Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disaparbudpora) Sumenep, Bambang Irianto (Foto: Ist/JatimTIMES)
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disaparbudpora) Sumenep, Bambang Irianto (Foto: Ist/JatimTIMES)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berencana menyuguhkan penampilan 1.000 topeng dalang untuk menyemarakkan hari jadi Sumenep yang ke-751.

Namun, penampilan 1.000 topeng dalang tersebut akan dikemas secara virtual. Mengingat saat ini tengah pandemi corona virus desease (Covid-19).

Baca Juga : Tingkatkan Kesadaran Bela Negara, Kesbangpol Banyuwangi Latih 200 Pemuda

Semarak hari jadi menggunakan konsep secara virtual untuk mengikuti protokol kesehatan (prokes) dan menekan penyebaran Covid-19 di Sumenep.

"Karena masa pandemi, rencana penampilan 1.000 topeng dalang tersebut kita rubah secara virtual," kata Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep Bambang Irianto, saat ditemui di kantornya, Senin (14/9/2020).

Tidak hanya itu, Bambang menegaskan, beberapa penampilan dan utamanya pagelaran rentetan acara yang telah terkonsep selama satu bulan, dipastikan akan berlangsung hanya di beberapa titik saja.

"Konsep awal memang tetap ada penampilan di beberapa wilayah yang sifatnya menyebar di sisi barat, timur, selatan, dan utara Kota Sumenep. Tapi sekarang cenderung berubah menjadi beberapa titik saja," ujarnya.

Bambang juga mengatakan, apabila dalam pemetaan wilayah untuk penampilan topeng dalang tersebut hanya akan berlangsung di kawasan daratan saja. 

"Kalau dari kepulauan ini memang di satu sisi geografis cukup jauh. Tapi untuk pelaksanaan tahun sekarang cukup di daratan," bebernya.

Selain itu, dirinya juga membocorkan bahwa penampilan topeng dalang nanti, para pegiat seni lainnya akan ikut serta mengisi beberapa penampilan.

Baca Juga : Wali Kota Kediri Paparkan Strategi Peningkatan SAKIP Menuju A

"Secara teknis titik beratnya ada pada penampilan topeng dalang. Walaupun nanti di beberapa kesempatan ada penampilan kesenian lainnya. Kita sudah bicara banyak dengan perwakilan para seniman, InsyaAllah nanti kita libatkan," ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Bambang, perbedaan lainnya terletak dipelaksanaan penampilan. Bahwa dalam kegiatan itu ditargetkan jangka waktu setengah bulan sudah selesai. "Karena titik penampilannya menyebar, tidak mungkin satu bulan. Nanti kita akan perbincangan dengan tim kreatif," imbuhnya.

Pihaknya berharap, agar masyarakat nantinya bisa mengikuti kegiatan dengan tetap mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes). "Meski pelaksanaannya tak memungkinkan, karena situasi tidak menghendaki. Perayaan simbolik tetap akan dilaksanakan," tuturnya.

Meski begitu, Bambang enggan memberitahukan segenap anggaran pada perayaan hari jadi kota Sumenep tersebut. "Yang jelas sudah kami rencanakan jauh-jauh hari terkait anggaran itu," tukasnya.