Tampak, tersangka pembunuh waria di Bangkalan saat memakai rompi tahanan. (foto/redaksi bangkalantimes.com)
Tampak, tersangka pembunuh waria di Bangkalan saat memakai rompi tahanan. (foto/redaksi bangkalantimes.com)

BANGKALANTIMES - Pemilik usaha salon bernama Asmat (35) asal Desa Petenteng, Kecamatan Modung, Bangkalan, Madura, Jawa Timur yang dikabarkan tewas gantung diri, ternyata korban pembunuhan. Pemilik yang diketahui waria ini, tewas di tangan dua pemuda di bawah umur.

Sebelumnya, korban diberitakan tewas karena bunuh diri. Korban ditemukan tewas tergantung dengan kondisi lehernya terikat selang air di dalam kamar mandi salon. Namun, belakangan korban diketahui menjadi korban pembunuhan sebagaimana diungkap penyidik Polres Bangkalan. 

Baca Juga : Bukan Sepeda Baru, Maling di Tulungagung Ini Hobi Incar Motor Jadul

"Ternyata (tewas karena gantung diri, Red) itu hanya akal busuknya pelaku, agar korban seolah-olah meninggal akibat bunuh diri," ungkap Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra, melalui keterangan presnya, di halaman Mapolres Bangkalan, Jumat (04/09/2020).

Rama menjelaskan dari pemeriksaan pada tubuh korban diketahui terdapat luka di bagian kepala belakang. Luka itu diduga akibat benda tumpul. Bahkan berdasarkan olah TKP, lokasi salon milik korban sudah dalam kondisi berantakan. Handphone (Hp) maupun kendaraan roda dua milik korban tidak ada di tempat.

Atas kejadian itu, singkat cerita, salah satu saksi sebut saja pelanggan korban ingin potong rambut, namun menurut informasi yang dirangkum Bangkalantimes.com, salon milik korban tidak ada orang dan lampunya padam.

Setelah lama menunggu, saksi merasa tidak tahan, lalu masuklah si saksi untuk sekedar buang air besar. Ternyata sudah terlihat korban tergeletak di kamar mandi dengan kondisi sudah tidak bernyawa.

Selang beberapa saat kemudian, saksi melaporkan kejadian tersebut ke Posek Modung. Polisi pun langsung melakukan olah TKP, hingga akhirnya sekitar pukul 21.30 Wib salah satu pelaku berhasil ditangkap.

Rama mengatakan, pada saat itu pelaku bersama temannya mengendarai sepeda motor. Pelaku diberhentikan oleh petugas, dan ditemukan HP korban ada di tangan pelaku. Saat itu juga, pelaku dijadikan tersangka. Sedangkan, satu pelaku lainnya melarikan diri.

Setelah pelaku diamankan, sambung dia, polisi melakukan penggeledahan ke rumah pelaku. Lalu ditemukan barang bukti berupa sepeda motor milik korban.

Baca Juga : Gadis di Bawah Umur Diperkosa Ipar hingga Hamil

Dari hasil pengeledahan itu, pelaku mengakui atas peristiwa yang dia lakukan sehingga menyebabkan korban meninggal dunia. "Pelaku inisial MN (16) mengaku, memukul kepala korban sebanyak 3 kali dengan dibantu oleh temannya inisial MA (18) saat ini masih DPO," terangnya.

Kemudian, korban diikat tangan dan kakinya dan diseret ke kamar mandi, lalu pada saat di kamar mandi korban dipukuli lagi hingga pingsan. Setelah korban pingsan, pelaku menjerat leher korban dengan selang air dan diikatkan di atap kamar mandi. "Setelah itu, pelaku mengambil uang, Hp dan motor milik korban, kemudian pelaku melarikan diri," katanya.

Akibat perbuatannya, dijerat Pasal 338 KUHP dan Pasal 55 Ayat (1) KUHP atau Pasal 351 Ayat (3) KUHP, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Diketahui, motif kejadian itu, pelaku merasa kesal terhadap korban. Tersangka mengatakan korban memaksanya melakukan tindakan asusila. Namun tersangka menolak, baru kemudian terjadi cekcok, bahkan sampai melakukan perlawanan. Sehingga dari situlah proses terjadinya pemukulan dan pembunuhan terhadap korban.