Tahun 2020, Pemkab Pamekasan Bedah 644 Rumah Tak Layak Huni | Madura TIMES

Tahun 2020, Pemkab Pamekasan Bedah 644 Rumah Tak Layak Huni

Aug 26, 2020 19:42
Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Tata Kelola, Didiek Roeswandy
Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Tata Kelola, Didiek Roeswandy

 

Sebanyak 644 Rumah Tak Layak Huni (RTLH) bakal direhab Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan di tahun 2020. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Tata Kelola, Didiek Roeswandy.

Didiek mengatakan program tersebut direncanakan akan disebar luaskan ke seluruh wilayah di 13 Kecamatan di Pamekasan. Sementara, rehabilitasi rumah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bersumber dari dana yang berbeda yakni, DAK, APBN dan APBD. Dan masing-masing rumah mendapatkan bantuan Rp.17.500.000.

"Tapi untuk 130 RTLH bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperuntukkan di wilayah Kecamatan Pamekasan saja. Karena DAK memang dari Pemerintah Pusat yang digunakan untuk mendukung program prioritas nasional yang ada di daerah,"katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/08/2020).

Selain program tersebut bersumber dari DAK, ada 464 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bahkan ada pula sebanyak 50 RTLH bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Bantuan ini untuk pedesaan, tapi bisa juga masuk ke Kecamatan Pamekasan (kota). karena dana ini tidak mengatur seperti DAK," tambahnya.

Baca Juga : Berantas Peredaran Rokok Ilegal, Kominfo Kabupaten Malang Lakukan Sosialisasi Ketentuan Cukai

Dikatakan Didiek, Progres fisik bantuan dari dana APBD saat ini telah mencapai 52 persen. Sedangkan bantuan yang bersumber dari  DAK telah mencapai 45 persen. "Kalau yang bersumber dari APBN baru mulai, karena memang Pamekasan baru ditetapkan oleh Kementerian PU untuk melaksanakan program tersebut di tanggal 12 Agustus 2020," tutupnya.

Topik
Rumah tak layak huni Pemkab Pamekasan bedah rumah pamekasan

Berita Lainnya