Selain Tilik, Film Ora Srawung Mati Suwung Juga Gambarkan Keseharian Masyarakat Jawa | Madura TIMES

Selain Tilik, Film Ora Srawung Mati Suwung Juga Gambarkan Keseharian Masyarakat Jawa

Aug 21, 2020 12:56
Salah satu adegan dalam film Ora Srawung Mati Suwung. (Foto: Istimewa)
Salah satu adegan dalam film Ora Srawung Mati Suwung. (Foto: Istimewa)

Film pendek berjudul "Tilik" saat ini tengah hangat diperbincangkan di media sosial.  Tilik merupakan film pendek garapan Ravacana Films yang bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).  

Film yang sebenarnya diproduksi sejak tahun 2018 lalu ini sukses mengangkat karakter sosok Bu Tejo.  Bahkan tagar #Bu Tejo sempat menduduki trending di Twitter.  

Baca Juga : Film Pendek yang Ditulis Wartawan MalangTIMES Melanglang di Festival Film Internasional

Film ini mengisahkan kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya Jawa.  Namun, rupanya tak hanya film Tilik yang menggambarkan kehidupan masyarakat Jawa.  

terdapat film menarik lainnya yang juga menggambarkan keseharian masyarakat Jawa. Yakni "Ora Srawung, Mati Suwung" atau "A Closed Mouth Catches No Flies".  

Film pendek Ora Srawung, Mati Suwung ini merupakan karya arek Malang dari Hisstory Film. Ora Srawung, Nati Suwung ini disutradarai oleh Destian Rendra Pratama.  Sementara  naskahnya ditulis wartawan MalangTIMES (Jatim Times Network) Imarotul Izzah.

"Ya, film 'Ora Srawung, Mati Suwung' ini diangkat dari cerpen lama saya berjudul 'Jamu Gendong' yang sempat dimuat dalam salah satu media cetak pada tahun 2015 silam," ucap Ima, sapaan akrab Imarotul Izzah.

Gambar
Foto: Istimewa

Ima membeberkan, film ini menceritakan bahwa terkadang budaya rasan-rasan meski di sisi lain bisa mempererat dan mengakrabkan hubungan dengan satu sama lain atau dianggap sebagai hal sepele, bisa berakibat menghancurkan kehidupan seseorang.

"Namun, tentu saja pemaknaan akan film bisa berbeda-beda, bebas ditentukan oleh penonton sesuai dengan pengalaman dan interpretasi mereka sendiri," timpalnya.

Namun, Rendra sebagai sutradara menangkap hal lain dari makna film ini.  Rendra justru ingin memperlihatkan sekaligus menyindir tentang suatu budaya/kebiasaan dalam masyarakat yang terkadang digunakan sebagai pembenaran untuk memuaskan nafsu pribadi mereka.

Baca Juga : Gus Miftah Ganti Lirik Los Dol ke Versi Salawat, Ingatkan Mereka yang Masih Berbuat Dosa

"Pandangan dalam masyarakat, srawung itu adalah hal yang positif. Maka orang akan cenderung melakukan hal itu tanpa melihat sisi negatifnya. Padahal aku percaya bahwa sesuatu yang berlebihan itu sebenarnya nggak baik. Sedangkan kebanyakan orang nggak peduli hal itu. Ketika sesuatu hal yang dicap baik, maka akan baik seluruhnya," ujar Rendra. 

Sebagai informasi, film Ora Srawung, Mati Suwung ini memang masih belum dirilis di media sosial.  Ima mengatakan jika film ini nantinya akan hanya diputar di festival yang nantinya akan digelar sekitar bulan September 2020. 

Berikut sinopsis film pendek Ora Srawung, Mati Suwung:

“Mbak Murti penjual jamu biasa menitipkan anaknya ke rumah Bu Endah. Suatu hari mainan anak Bu Endah hilang. 

Para tetangga mencurigai anak Mbak Murti. Mereka bergunjing hingga hidup Mbak Murti berubah.”

Topik
Berita Hari Ini film pendek Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Karya Arek Malang

Berita Lainnya