Cari Pembenaran! Bupati Malang Sanusi Ngaku Beri Contoh Acara Dangdutan dan Abaikan Covid | Madura TIMES

Cari Pembenaran! Bupati Malang Sanusi Ngaku Beri Contoh Acara Dangdutan dan Abaikan Covid

Aug 11, 2020 07:32
Sanusi saat ditemui awak media di Lt. 9 Pendopo Kabupaten Malang, Senin (10/8/2020).  (Istimewa)
Sanusi saat ditemui awak media di Lt. 9 Pendopo Kabupaten Malang, Senin (10/8/2020). (Istimewa)

Bupati Malang HM Sanusi seolah masih mencari pembenaran atas aksi dangdutan yang dia lakukan saat launching timses, pekan lalu. Bahkan yang terbaru, dia menyebut Covid-19 tidak seram. Pernyataan ini cenderung berbahaya karena bisa memicu masyarakat bersikap abai terhadap Covid-19 karena meniru tingkah kepala daerahnya. 

Kehebohan yang disebabkan Sanusi bahkan mendapat perhatian pusat. Ketua Satgas Covid-19 Pusat, Doni Monardo juga menegur kegiatan launching timses dengan kerumunan dan aksi dangdutan tersebut. 

Baca Juga : Pusdik Brimob Beri Kado HUT Arema ke-33, Penasaran?

Namun, reaksi Sanusi atas teguran itu seolah tidak peduli. Sanusi menganggap bahwa aksinya tersebut tidak ada hubungannya dengan Covid-19, lantaran ia menganggap kasus di kabupaten Malang sudah mulai menurun.

"Nggak tahu (ada sanksi dari satgas Covid atau tidak), yang jelas hubungannya dengan Covid tidak ada. Karena Covid di Kabupaten Malang semakin menurun," ucapnya.

Untuk membenarkan aksinya, Sanusi menyampaikan bahwa dia pernah bertanya pada sekian seniman, para pengusaha terop, para pengusaha sound sistem. Menurut Sanusi, mereka sedang menangis, bahkan ada yang mengadu bercerai sebab terhambat perekonomian.

Namun, kekeh dengan perasaan tidak bersalahnya, Sanusi malah menganggap aksinya tersebut untuk contoh membuka kembali peluang bagi pengusaha-pengusaha di atas. Padahal di sisi lain, belum ada penerbitan surat izin keramaian secara resmi yang dikeluarkan di Kabupaten Malang.

"Barangkali coba, ini ada begini (launching timses), ya itu pun bukan dalam kapasitas ramai-ramai. Nyoba elektone saja saya waktu itu, ya sudah acara selesai ya sudah," ujarnya.

"Mereka terlantar itu, ribuan pengusaha terop, pengusaha itu, siapa yang menanggung mereka, para penyanyi, para player electone, semua libur sekarang," kelakarnya. 

Disinggung menyoal kritikan Pakar Komunikasi Massa Universitas Brawijaya (UB), Anang Sujoko bahwa Sanusi terlihat memiliki nafsu berkuasa serta tiada lagi ketauladanan dan rasa empati terhadap kondisi saat ini, enggan merasa bersalah, justru Sanusi menganggap hal itu tidak berdasar.

“Ya ga ada lah. Orang menanggapi seenaknya nggak tau masalahnya. Kalau orang pakar melihatnya yang terbaiklah bagi masyarakat, jangan membuat hal yang sederhana jadi ruwet,” ucapnya.

Baca Juga : Tak Sesuai Ekspektasi, Jelang Pertengahan Bulan Kasus Covid-19 di Malang Tambah 14 Pasien

"Itu hal sederhana, karena memang ya orang yang tidak suka boleh lah, tapi yang suka menghendaki hal itu banyak," akunya.

Lanjut, Sanusi terus berkelakar, bahwa pihaknya merasa telah membuat banyak gebrakan seperti halnya masyarakat bisa menyelenggarakan resepsi di pendopo.

"Makanya saya bikin semacam percontohan untuk membuka resepsi di pendopo. Saya persilahkan masyarakat untuk menggunakan pendopo untuk yang mengadakan itu, ya, itu kan supaya hidup kembali jangan dibuat mencekam semua lah masyarakat," katanya.

Belum adanya izin keramaian dikeluarkan, yang artinya setiap keramaian bisa berpotensi dibubarkan, justru Sanusi menganggap aksinya bisa jadi contoh bagi masyarakat dalam menyelenggarakan resepsi di tengah pandemi.

"Saya hanya menginisiasi, barangkali dalam new normal ini seperti itu sudah di anu.... (tidak jelas pernyataan Sanusi). Sekarang banyak mereka yang punya hajatan ini lagi apa ya, ya tersandera ga bisa melakukan apa apa. Sebenernya Covid ini jangan dibuat terlalu yang mencekam gitu," pungkasnya.

Topik
Bupati Malang HM Sanusi Acara Dangdutan bupati malang dangdutan covid 19 di kabupaten malang Pemkab Malang

Berita Lainnya