Kelima pelaku yang mengaku bahwa tujuan mereka menggali kuburan keramat karena adanya wangsit (lamat)
Kelima pelaku yang mengaku bahwa tujuan mereka menggali kuburan keramat karena adanya wangsit (lamat)

Warga Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, dibuat heboh. Pasalnya, makam keramat warga sekitar digali oleh lima orang, Minggu (2/8/2020) kemarin.

Sontak saja, perbuatan lima pelaku itu membuat warga berang. Warga pun hampir saja main hakim sendiri terhadap kelima pelaku yang mengaku tujuan mereka menggali kuburan keramat dikarenakan mendapat wangsit (Lamat).

Baca Juga : Donald Trump Segera Haramkan TikTok di AS, Khawatir Data Nasional Dicuri

 

Agus, tokoh masyarakat Desa Durjan, menyampaikan, kelakuan kelima orang itu memang membuat warga berang sekali.

“Apabila memang terbukti ada wangsit (lamat) caranya sudah salah. Menggali makam yang dikeramatkan membuat warga hampir mengeroyok pelaku,” ucapnya.

Dari keterangan Agus pula disebutkan, saat melakukan penggalian makam keramat itu, sebagian dari mereka berpura-pura membaca Alquran di samping kuburan. Lainnya menggali kuburan hingga kedalaman sekitar 3 meter.

“Mereka berpura-pura dan berkilah dengan kelakuannya itu agar tidak dihakimi warga,” ujar Agus.

Peristiwa yang menghebohkan warga Desa Durjan, awalnya diketahui oleh warga yang  berziarah ke makam keramat tersebut l. Salah satu warga curiga dengan kedatangan para pelaku. Saat itu pula, warga melihat beberapa pelaku yang sedang menggali tanah di makam keramat.

Hal itu yang membuat warga bereaksi keras dan akhirnya pelaku bisa diamankan ke salah satu rumah yang ada disekitar pemakaman.

 Mahrus Ali, Kepada Desa Durjan menyampaikan, awalnya mereka memang sudah meminta izin kepada sesepuh makam keramat (curkonceh). Di mana mereka menyampaikan mendapat wangsit untuk mengambil keris di makam tersebut.

Baca Juga : Alm KH Hasyim Wahid Dimakamkan di Kompleks Makam Pendiri NU

 

Lalu sesepuh (curkonceh) desa mengizinkannya. Tapi, setelah para pelaku menggali di makam keramat untuk mendapatkan keris sesuai wangsit, tak ditemukan apapun.

“Saat akan menutup galian itu warga datang dan akan mengeroyok pelaku,” ujar Mahrus.

Dirinya juga mengatakan, peristiwa itu hanya kesalahpahaman saja. “ Saya sudah interogasi kelima pelaku tersebut dan juga sudah musyawarah dengan sesepuh. Kesalahpahaman ini tidak perlu di perpanjang melainkan ini hanya perlu pemahaman saja. Alhamdulillah pelaku sudah di amankan oleh pihak kepolisian,” terangnya.