Disnaker-PMPTSP Kota Malang Prioritaskan Layanan Izin Kesehatan Selama Pandemi Covid-19 | Madura TIMES

Disnaker-PMPTSP Kota Malang Prioritaskan Layanan Izin Kesehatan Selama Pandemi Covid-19

Apr 16, 2020 13:12
Layanan di Disnaker-PMPTSP Kota Malang sebelum pandemi covid-19 (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Layanan di Disnaker-PMPTSP Kota Malang sebelum pandemi covid-19 (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Selama masa pandemi Covid-19, Dinas Ketenagakerjaan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang memilih memprioritaskan layanan mengurus izin di bidang kesehatan. 

Setiap izin kesehatan yang diajukan pun diutamakan untuk dapat diselesaikan terlebih dulu.

Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Erik Setyo Santoso ST, MT menyampaikan, prioritas layanan izin bidang kesehatan tersebut merupakan bentuk dukungan Disnaker-PMPTSP terhadap penanganan pandemi covid-19. 

Sebagai Perangkat Daerah (PD) yang bergerak dalam memberikan izin, maka Disnaker-PMPTSP terus berupaya memudahkan setiap layanan yang berkaitan dengan izin kesehatan.

"Izin praktik dokter, perawat, izin operasional klinik, hingga izin kesehatan lainnya kami prioritaskan untuk berproses secepat mungkin," kata Erik.

Pria yang gemar berolahraga itu menyampaikan, jumlah pengajuan izin di bidang kesehatan memang cukup banyak. 

Seluruhnya pun telah diproses sesuai dengan ketentuan dan lebih diutamakan untuk diselesaikan terlebih dulu.

Pengajuan layanan izin kesehatan maupun jenis perizinan dan non perizinan lainnya itu menurutnya dapat tetap diakses selama masa pandemi Covid-19. 

Karena meski ada pembatasan waktu layanan, setiap jenis izin yang diajukan masih tetap berproses seperti sebelumnya.

Meski memang harus disadari, bahwa layanan yang diberikan tak secepat saat sebelum pandemi Covid-19. 

"Tapi memang terkadang masyarakat tetap inginkan supaya izin yang diajukan itu selesai seperti saat kondisi normal, ini kami harap ini juga dipahami," tambah Erik.

Mantan Kepala Bappeda Kota Malang itu menyampaikan, masyarakat yang hendak mengajukan permohonan izin dan non perizinan dapat memanfaatkan layanan online di OSS.go.id untuk perizinan, dan untuk mengakses layanan non perizinan dapat memanfaatkan laman izol.malangkota.id.

Kedua layanan berbasis online itu dapat dimanfaatkan masyarakat dari rumah dan jauh lebih praktis. 

Namun apabila masyarakat masih merasa kesulitan mengakses layanan online, maka dapat mengirimkan berkas ke kantor Disnaker-PMPTSP Kota Malang.

"Berkas bisa dikirimkan, dan ada panduan amplop serta panduan lainnya saat hendak dikirimkan. Semua selalu kami update di media sosial dan website resmi kami," imbuhnya.

Lebih jauh Erik menyampaikan, berkas perizinan dan non perizinan yang masuk selama pandemi Covid-19 tak jauh berbeda dengan kondisi normal. 

Menurutnya, jumlah pengajuan masih tetap dalam jumlah yang sama. Angka itu jauh dari prediksi Disnaker-PMPTSP Kota Malang sebelumnya.

"Kami prediksi akan turun, tapi ternyata berkas yang masuk masih tetap banyak," imbuhnya.

Sementara untuk jam layanan dan jam kerja ASN di kantor, menurutnya selalu menyesuaikan dengan kebijakan yang ditetapkan Pemerintah Kota Malang. 

Di awal masa pandemi, Kota Malang menerapkan social distancing. Saat itu, layanan tetap berjalan dengan jam layanan hingga pukul 14.00 WIB dari yang sebelumnya hingga pukul 16.00 WIB.

Kemudian pada masa physical distancing, jam layanan tatap muka lebih dibatasi lagi. Di mana layanan tatap muka di kantor hanya berlangsung mulai jam 07.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB saja.

Sedangkan untuk ASN sebagian telah diinstruksikan untuk bekerja di rumah sesuai dengan instruksi pemerintah pusat, dan sebagian lagi bekerja di kantor.

"Ketika Kota Malang menerapkan Pembatasan Sosialisasi Berskala Besar (PSBB), maka kami akan menyesuaikan lagi," jelas Erik.

Topik

Berita Lainnya