Perbatasan Kabupaten Blitar Diperketat, Pengendara dari Luar Daerah Wajib Cek Suhu Tubuh | Madura TIMES

Perbatasan Kabupaten Blitar Diperketat, Pengendara dari Luar Daerah Wajib Cek Suhu Tubuh

Apr 16, 2020 12:51
Bupati Blitar Rijanto memberikan dan memakaikan masker kepada pengendara yang singgah di check point Desa Gandekan Wonodadi.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Bupati Blitar Rijanto memberikan dan memakaikan masker kepada pengendara yang singgah di check point Desa Gandekan Wonodadi.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar membangun check point di wilayah perbatasan. 

Nantinya, setiap pengendara yang melintas, utamanya dari luar kota, diharuskan menjalani pemeriksaan.

Salah satu check point tersebut berada di Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. 

Desa Gandekan merupakan desa yang berbatasan langsung dengan Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.

Bupati Blitar Rijanto bersama Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela dan Dandim 0808/Blitar Letkol Inf KrisBianto meninjau langsung area check point Covid-19 di Desa Gandekan.

Dikatakan Bupati, pihaknya mencoba mempertahankan wilayah agar tetap terbebas dari penyebaran penyakit Covid-19. 

Pemeriksaan di perbatasan wilayah ini dilakukan karena Kabupaten Blitar diapit daerah dengan status zona merah yakni Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Kediri.

“Check point ini merupakan program dari Gugus Tugas Covid-19. Check point itu mulai dari tingkat kabupaten, tingkat kecamatan, tingkat desa bahkan berkembang ke tingkat RW dan RT. Maksud dan tujuannya adalah untuk mengontrol mereka yang mobilitasnya memasuki daerah kita, kita cek kesehatan mulai dari suhu tubuh, riwayat sakit dan lainya,” terang Bupati Rijanto.

Bupati menambahkan, check point ini sekaligus memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. 

Yakni untuk menaati protokol kesehatan, sosial distancing, physical distancing dan memakai masker.

“Kalau masyarakat tidak patuh dan tidak disiplin, masalah virus Covid-19 akan semakin panjang dan kita akan semakin lelah baik fisik, tenaga maupun biaya. Dan korbannya pun tentunya sangat besar. Oleh sebab itu saya bersama Pak Kapolres dan Pak Dandim mengajak semuanya untuk mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan yang dicanangkan pemerintah. Covid-19 jangan berlama-lama di  Indonesia, lebih cepat pergi lebih baik,” tegas Bupati yang dikenal peduli dan dekat dengan rakyat.

Sementara itu Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela, menyampaikan di posko check point ini seluruh pengendara yang masuk dari luar kota disemprot disinfektan. 

Mereka kemudian didata dan dicek kesehatannya oleh tim kesehatan yang stand by di posko Check Point.

Setiap warga yang masuk wilayah Kabupaten Blitar diwajibkan menerima perlakuan khusus yakni berupa pemeriksaan kesehatan dengan cara pengukuran suhu tubuh dan melakukan cuci tangan di tempat yang telah disediakan oleh petugas di pintu perbatasan.

“Apabila nantinya warga atau pengendara tersebut dinyatakan aman maka diizinkan untuk melanjutkan perjalanan. Sedangkan bila nantinya didapati orang yang dicurigai terkena gejala virus Covid-19 maka akan mendapatkan penanganan khusus,” pungkas Kapolres.(Adv/Kmf)

 

Topik

Berita Lainnya