Beredar Kabar Hoax Pembunuhan Freelance TVMu Terkait Mobil Esemka, Warganet Murka | Madura TIMES

Beredar Kabar Hoax Pembunuhan Freelance TVMu Terkait Mobil Esemka, Warganet Murka

Nov 22, 2018 07:42
Drum tempat jasad Dufi ditemukan. (Ist)
Drum tempat jasad Dufi ditemukan. (Ist)

Pembunuhan terhadap Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, freelance TV Muhammadiyah atau TVMu, telah terkuak. Pelaku pembunuh Dufi bernama M. Nurhadi  telah ditangkap polisi. 


Kabar penangkapan pembunuh Dufi pun menutup berbagai kabar hoax yang sempat ramai di dunia maya.  Kabar itu yang membuat warganet  geram dengan adanya sebaran yang menyatakan tewasnya Dufi berkaitan dengan persoalan mobil Esemka. 


Kabar hoax tersebut membuat pihak TVMu sejak beberapa hari kemarin digeruduk media untuk menanyakan kabar tersebut. Sampai akhirnya pihak TVMu mengeluarkan rilis resmi untuk menangkal kabar hoax mengenai tewasnya Dufi. 


Dalam rilisnya, disampaikan bahwa Dufi di TVMu bukanlah wartawan,  tapi freelance sales marketing. Pihak TVMu melalui Direktur Utama Gatot Triyanto juga menegaskan,  pihaknya tidak pernah menugaskan wartawan untuk melakukan investigasi mobil Esemka. Tak terkecuali Dufi yang memang bukan seorang wartawan di TVMu. 


Pernyataan tersebut tertulis dalam poin 5 sebagai berikut: "Beliau tidak pernah ditugasi meliput berita, karena tugas dan tanggung jawab almarhum sebagai sales marketing. Jadi, beliau bukan  wartawan TVMu."


Di poin 6 juga ditegaskan: "Selama ini redaksi TVMu tidak pernah menugaskan wartawan TVMu untuk menginvestigasi mobil Esemka, termasuk almarhum Dufi."


Rilis itu pun langsung disikapi warganet. Mereka murka dijadikan bahan percobaan dengan beredarnya kabar hoax tentang tewasnya Dufi karena persoalan mobil Esemka. 


@MurthadaOne menuliskan bahwa telah beredar kabar hoax tewasnya freelance TV Muhammadiyah berkaitan dengan Esemka. "Bayangkan bahwa kasus pembunuhan pun dipolitisir demi pemilu, " ujarnya sambil menampilkan rilis resmi dari pihak TVMu. 


Akun Ridlwandjogja pun mengutuk para pembuat dan penyebar hoax atas tewasnya Dufi yang digoreng untuk kepentingan politik.  "Kita kutuk para pembuat HOAX yang memanfaatkan peristiwa duka meninggalnya almarhum Dufi untuk kepentingan menyerang pemerintah sial Esemka. Bayangkan, bahkan kasus pembunuhan pun dipolitisir untuk kepentingan pemilu. Naudzubillahimkndzalika," tulisnya. 


@ridlwandjogja juga nenuliskan mengenai tertangkapnya pelaku pembunuhan atas Dufi oleh Polda Metro Jaya.  Penangkapan tersangka pembunuh sadis Dufi dilakukan di lokasi cucian motor 'Omen' belakang Kelurahan Bantargebang,  Bekasi,  Selasa (20/11/2018) siang lalu. 

Polisi pun menemukan sejumlah barang bukti berupa barang-barang milik Dufi. Yakni ponsel, kartu tanda penduduk (KTP), surat izin mengemudi (SIM), kartu ATM, dan buku tabungan milik korban.


Sebelumnya jasad Dufi yang dimasukkan di dalam drum  ditemukan seorang pemulung di Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, pada Minggu (18/11/2018).
 

"Pembunuh keji almarhum Dufi sudah ditangkap Polda Metro Jaya. Barang buktinya lengkap. Kita tunggu proses penyidikan yang sedang berjalan. Semoga keluarga almarhum diberi kesabaran," tulis @ridlwandjogja yang geram dengan kesadisan pelaku serta masih saja ada orang yang memanfaatkan kasus tersebut untuk kepentingan politik. (*)

 

Topik
Kabar Hoax Pembunuhan Freelance TVMu mobil esemka TV Muhammadiyah Jokowi

Berita Lainnya