Geledah Rumah Dinas Wali Kota Blitar, KPK Ambil Sebuah Kunci | Madura TIMES

Geledah Rumah Dinas Wali Kota Blitar, KPK Ambil Sebuah Kunci

Jul 17, 2018 15:28
Petugas KPK pulang dari penyelidikan di rumah dinas wali kota Blitar setelah mengemasi kembali barang dan alat penyelidikannya. (Foto:Meidian Dona Doni/BlitarTIMES)
Petugas KPK pulang dari penyelidikan di rumah dinas wali kota Blitar setelah mengemasi kembali barang dan alat penyelidikannya. (Foto:Meidian Dona Doni/BlitarTIMES)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menggelar penggeledahan di rumah dinas wali kota Blitar pada Selasa (17/6/2018) dikabarkan hanya menyita sebuah kunci brankas.

Hal itu diungkapkan Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Kota Blitar Adam Bachtiar. Dikatakan kalau dia mewakili satpol PP diajak KPK menjadi saksi penggeledahan. Bersama pegawai pemkot lainnya. yakni kabag umum dan sekpri, mereka diajak menyaksikan penggeledahan selama 2 jam mulai pukul 11.00 hingga pukul 13.00. “Tadi hanya mengambil kunci berankas yang ada di kamar Pak Wali,” ucap Adam.

Saat ditanya tekait barang lain yang dibawa KPK, Adam mengatakan tidak ada barang yang lain dibawa KPK. “Hanya kunci yang diambil. Yang digeledah juga hanya ruang pribadi Pak Wali. Barang-barang kepunyaan Pak Wali juga masih ada di sini (rumah dinas) tidak disita (mobil dan barang-berharga lain),” ujarnya.

Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar terjerat kasus suap bersama pengusaha konstruksi Susilo Prabowo atau lebih dikenal Koh Mbun pada Rabu 6 Juni 2018 lalu. KPK menangkap Koh Mbun yang juga direktur PT Moderna Tehnik Perkasa ini. Beberapa hari berikutnya KPK juga menerapkan Anwar sebagai tersangka.

Dugaan suap itu terkait proyek pembangunan gedung SMPN 3 Blitar senilai Rp 23 miliar. Koh Mbun memberikan fee sebanyak 8 persen atau Rp 1,5 miliar kepada Anwar.

Rabu (4/5/2018), KPK kembali ke Blitar dengan fokus menyelidiki kediaman Susilo Prabowo. Kantor dan cabang perusahaan milik anak Koh Mbun tak luput dari penggeledahan KPK untuk mencari dokumen perusahaan. (*)

Topik
Wali Kota Blitar kasus suap KPK

Berita Lainnya