Orangtua Anak Autis yang Babak Belur Dihajar Warga Hanya Bisa Pasrah | Madura TIMES

Orangtua Anak Autis yang Babak Belur Dihajar Warga Hanya Bisa Pasrah

Jul 13, 2018 20:17
Kondisi anak autis pasca dipukuli massa di rumah anggota polisi masih terlihat lebam diwajah dan mata masih merah pada Jumat (13/7/2018). (Foto:Meidian Dona Doni/BlitarTIMES)
Kondisi anak autis pasca dipukuli massa di rumah anggota polisi masih terlihat lebam diwajah dan mata masih merah pada Jumat (13/7/2018). (Foto:Meidian Dona Doni/BlitarTIMES)

Orangtua anak autis yang babak belur karena dihajar massa sebab diduga mencuri, pasrah. Ibu korban Asih (42), warga Lingkungan Ngebrak, Keluaran Tawangsari, Kabupaten Blitar ini bisa menerima dengan kejadian buruk yang dialami anaknya.

Sebaliknya, Asih bersyukur jika anaknya bisa kembali pulang. “Yang penting anak saya pulang mas, ini saya sudah bersyukur bisa diberi kesempatan bisa mengasuh kembali anak saya,” ucapnya kepada pewarta BlitarTIMES di rumahnya pada Jumat (13/7/2018).

Asih menjelaskan memang sehari-hari dia harus mengawasi secara penuh anaknya, yang saat itu sedang libur dari Sekolah Luar Biasa (SLB). Dia selalu menutup pagar rumah supaya anak ini tidak lepas dan hilang tanpa tujuan.

“Padahal malam itu (10/7/2018) pukul 10.00 anaknya malah tidur diselimuti ayahnya. Lalu ayahnya keluar untuk memberi makan ulat mas, kan usaha bapaknya itu pelihara ulat pakan burung. Lha setelah kembali dari kandang saat dilihat di kamar, sudah kosong, anak tidak ada di tempat,” cerita dia.

Kemudian dicarilah di sekeliling rumah juga tidak ada. Beberapa jam kemudian dia mendapat kabar dari tetangganya kalau anaknya berada di Polsek Garum dengan kondisi babak belur.

Dia mendapat laporan dari polisi kalau anaknya dikira mencuri sebuah mobil milik warga yang belakangan diketahui anggota polisi di Dusun/Desa Pojok Kecamatan Garum Kabupaten Blitar.

“Anaknya ini memang kalau sama mobil suka sekali. Dia pasti melihat dan kadang mengelus-ngelus mobil yang dikiranya bagus. Seperti di rumah dia banyak koleksi gambar mobil-mobil bagus yang dicetak ayahnya di printer,” katanya.

Dia juga mengungkapkan kalau pemilik rumah anggota polisi yang dimaksud, sudah datang meminta maaf ke rumahnya. Dan keluarga menerima permintaan maaf itu.

“Kalau minta maaf kita terima mas. Tapi kalau tentang orang itu polisi atau bukan saya tidak begitu peduli yang penting anak saya selamat,” pungkasnya. (*)

Topik
Anak Autis DIHAJAR MASA Kabupaten Blitar

Berita Lainnya