Sosialisasi Rencana Pengeboran Gas di Jombang, Lapindo Janjikan Kompensasi ke Warga | Madura TIMES

Sosialisasi Rencana Pengeboran Gas di Jombang, Lapindo Janjikan Kompensasi ke Warga

Jul 10, 2018 17:25
Istimewa
Istimewa

atuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan jika kebutuhan nasional akan energi gas mengalami devisit atau kekurangan mencapai angka 500.000 barel oil per hari.

Humas SKK Migas Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Singgih Putra Perdana mengatakan bahwa produksi gas nasional saat ini sebesar 800.000 barel oil per hari, sedangkan kebutuhan nasional saat ini sebesar 1,3 juta barel oil per hari.

"Memang devisit dalam pemenuhan energi nasional di sektor migas. Kebutuhan sekitar 1,3 juta, sedangkan produksi kita hanya sekitar 800 (ribu) barel oil," beber Singgih saat diwawancarai JombangTIMES, Selasa (10/7).

Terkait potensi gas yang ada di Kabupaten Jombang, Singgih memaparkan bahwa Kabupaten Jombang merupakan salah satu wilayah kerja yang potensial. Dari beberapa kajian serta bukti-bukti yang ada di lapangan, ditemukan potensi kandungan gas.

Sedangkan, dalam pengerjaan proyek nasional tersebut, Singgih mengatakan bahwa SKK Migas menunjuk PT Lapindo Brantas untuk melakukan pengeboran tersebut.

"Salah satunya dari sumur yang dibor oleh PT Kimia Farma di kecamatan setempat, ditemukan kandungan gas. PT Kimia Farma sendiri selama puluhan tahun terakhir, telah melakukan eksploitasi di sekitar wilayah tersebut. Dari sini kami SKK Migas mengambil kesimpulan bahwa Jombang cukup potensial dan kebetulan kontrak kerjasama yang beroperasi di wilayah Jombang adalah Lapindo," paparnya.

Sementara, dihubungi JombangTIMES melalui sambungan telepon, Public Relations (PR) Manager PT Lapindo Brantas Inc, Arief Setyo Widodo menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan kegiatan sosialisasi kepada warga Dusun Kedondong, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang pada Rabu (10/7) malam.

"Sosialisasi dilakukan  di kantor Kepala Desa Blimbing. Topik sosialisasi sendiri membahas tentang tahap awal perencanaan, tahapan aktivitas pengeboran hingga soal peralatan kegiatan pengeboran," ujar Arief saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (10/7).

Disinggung mengenai aksi penolakan warga beberapa waktu lalu, Arief memaklumi adanya penolakan warga tersebut, dikarenakan pihak PT Lapindo Brantas Inc memang belum melalukan kegiatan fisik apapun mengenai rencana pengeboran. "Karena memang kita belum ada kegiatan sama sekali, baru sekarang kita mulai ada kegiatan," sambung Arief.

Lebih lanjut lagi, Arief juga menjelaskan bahwa nantinya masyarakat juga akan mendapatkan kompensasi dari pihak PT Lapindo Brantas Inc, untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. 

“Hasil dari eksplorasi ini, juga akan diberikan ke masyarakat, seperti dalam bentuk Jaringan Gas (Jargas). Seperti halnya di Sidoarjo, tepatnya di Desa Kalidawir (yang termasuk ring 1 pengeboran), warga di sana mendapat jargas untuk kehidupan sehari-hari. Bahkan jargas di Sidoarjo sudah sampai ke daerah Waru,” cakapnya.

Selain itu, pihak PT Lapindo Brantas Inc juga akan terus berkomitmen melakukan pendekatan kepada warga untuk memberikan pemahaman terkait kegiatan pengeboran dan peraturan-peraturan yang ada di dalam kegiatan pengeboran minyak dan gas.

“Kita ingin kegiatan eksplorasi diterima oleh Bapak-Ibu semua dengan pemahaman yang tepat dan akan dibarengi program-program CSR yang berguna dan menguntungkan masyarakat,” pungkasnya.(*)

Topik
Pengeboran Gas PT Lapindo Brantas Inc Kabupaten Jombang

Berita Lainnya