Persebaya Siap Ladeni Persija Main di Bulan Sekalipun | Madura TIMES

Persebaya Siap Ladeni Persija Main di Bulan Sekalipun

Jun 04, 2018 11:43
Manager Persebaya Chairul Basalamah saat memberikan arahan pada timnya (Foto : M Bahrul Marzuki/SurabayaTIMES)
Manager Persebaya Chairul Basalamah saat memberikan arahan pada timnya (Foto : M Bahrul Marzuki/SurabayaTIMES)

Manajer Persebaya Surabaya, Chairul Basalamah, sangat kecewa dengan pembatalan laga Persija lawan Persebaya pada Minggu 3 Juni 2018.

Dia menilai pembatalan ini sangat merugikan banyak pihak termasuk timnya.

Pembatalan laga yang seharusnya digelar pukul 20.30 WIB ini, menurut dia menimbulkan kecurigaan karena terasa ganjil.

Sebab, jika ingin pembatalan pertandingan seharusnya sejak jam 15.00 WIB, namun nyatanya diundur-undur hingga kondisi semakin ricuh.

"Kok tiba-tiba jelang laga Panpel datang minta menandatangani pembatalan laga," katanya.

Chairul juga mengatakan sejak pagi sudah melakukan koordinasi dengan Bonek. 

Kemudian, Jakmania datang justru disambut dengan lagu selamat datang oleh Bonek. Tapi lemparan petasan menjadi pemicu tawuran keduanya.

"Kita baru akan melihat videonya," ujarnya soal tawuran antara Bonek dan Jakmania.

Terkait dengan laga ulang Persija vs Persebaya, Chairul mengaku hanya Persija dan Tuhan yang tahu kapan akan dilaksanakan.

"Namun, kita ikut saja sebagai tamu. Mau tanding ke bulan juga kita akan datang," tegas pria yang biasa disapa abud ini.

Dalam laga ini tim Persebaya sebenarnya sudah bergerak ke stadion.

Namun, di dalam diperjalanan, bis yang mengakut pemain Persebaya dicegat ditengah jalan oleh pihak kepolisian dan disarankan untuk tidak melanjutkan perjalanan.

"Kami sebenarnya sudah siap untuk bertanding," kata Chairul.

Nah, terkait status pertandingan tersebut, Chairul menyerahkan sepenuhnya kepada federasi dan operator kompetisi.

"Semoga ada keputusan yang adil dan bisa memberikan pelajaran bagi mereka yang tidak siap menyelenggarakan pertandingan. Karena sudah merugikan banyak pihak," imbuhnya.

Dalam hal ini pihak Panpel Persija memang terlihat kurang siap untuk menyelenggarakan laga tersebut.

Terutama dengan bantuan keamanan yang mereka libatkan juga sangat sedikit dibandingkan potensi suporter dari kedua tim yang datang dalam jumlah besar.

Bahkan, permintaan dari pihak kepolisian agar adanya layar lebar agar suporter yang tidak bertiket untuk bisa menonton di luar stadion pun, tidak digubris oleh panpel.

Pada pukul 20.00 WIB, di ruangan wasit di Stadion Sultan Agung tadi malam, Budi Winarko, match comisioner pertandingan memutuskan bahwa laga antara Persija menjamu Persebaya itu tidak bisa digelar.

"Kami sudah punya catatan tentang fakta kejadian. Dan saya akan melaporkan semuanya ke pihak federasi," kata pria asal Semarang, Jawa Tengah itu.

Menurut dia, salah satu yang menjadi sorotan adalah, kinerja panitia pelaksana pertandingan yang tidak ada dilokasi beberapa jam sebelum laga digelar.

"Namun, apakah status laga ini akan dijadwalkan ulang atau statusnya Persija kalah WO (walk out, Red) kami serahkan ke pihak liga dan komdis. Nanti mereka yang putuskan," beber Budi.

Sementara itu Chief Operating Oficier PT LIB (Liga Indonesia Baru) Tigorshalom Boboy juga sangat menyesali pihak Panpel Persiija yang tidak mampu menyelenggarakan pertandingan tersebut.

Tigor bahkan menyarankan agar tim Persebaya tetap berangkat ke stadion untuk bersiap siap melanjutkan pertandingan.

"Kami bahkan belum menerima laporan apa apa dari pihak panpel Persija. Padahal, yang seharusnya aktif berkomunikasi dengan kami terkait kondisi di lapangan adalah pihak panpel. Tapi, kok ini sebaliknya," beber Tigor.

Topik
Berita Surabaya Persebaya Surabaya

Berita Lainnya