Mediasi Menuntut Perbaikan Jalan Tak Temui Kata Sepakat | Madura TIMES

Mediasi Menuntut Perbaikan Jalan Tak Temui Kata Sepakat

May 07, 2018 21:09
Suasana saat berlangsungnya mediasi di auditorium Mapolres Lumajang antara perwakilan warga desa Jarit dengan pihak penambang pasir. (Ahmad Jafin / Jatim TIMES).
Suasana saat berlangsungnya mediasi di auditorium Mapolres Lumajang antara perwakilan warga desa Jarit dengan pihak penambang pasir. (Ahmad Jafin / Jatim TIMES).

Upaya mediasi dilakukan oleh Polres Lumajang mempertemukan antara perwakilan warga desa Jarit dengan pihak pengusaha tambang pasir yang ada di wilayah Lumajang selatan tak membuahkan hasil. Pasalnya, warga desa Jarit yang menuntut adanya perbaikan jalan tak bisa dipenuhi.

Mediasi yang berlangsung di auditorium Mapolres Lumajang pada Senin siang tadi (07/05) turut dihadiri oleh jajaran dinas pemerintah Kabupaten Lumajang, diantaranya Dishub, Kesbangpol, dan Pol PP serta aktivis lingkungan.

Mariun, salah seorang perwakilan warga mengatakan, sudah seharusnya tuntutan warga desa Jarit akan perbaikan jalan segera direalisasikan. Hal ini mengingat begitu besarnya gejolak masyarakat yang menginginkan perbaikan jalan yang kian rusak parah

"Masyarakat Jarit menginginkan perbaikan jalan yang hari ini sudah seperti kubangan sumur. Sangat tidak layak untuk dilalui dan membahayakan para pengguna," ucap Mariun dihadapan awak media usai mengikuti mediasi di auditorium Mapolres Lumajang, Senin (07/04).

Menurutnya, mediasi yang menemui jalan buntu tentunya akan menjadi preseden buruk. Oleh sebab itu, perlu adanya keseriusan dan langkah kongkrit dari pihak bersangkutan agar tidak saling melempar tanggung jawab. Ini sangat dibutuhkan supaya warga Jarit mendapatkan kejelasan terkait perbaikan jalan.

"Terjadi lempar tanggung jawab siapa yang lebih tepat untuk melakukan perbaikan jalan. Lebih dari itu, perbaikan jalan baru akan bisa direalisasikan pada tahun 2019," ujar Mariun usai keluar dari ruang auditorium Mapolres Lumajang.

Sementara itu, Wakapolres Lumajang, Kompol Budi Sulistiyo, SH, mengharapkan masyarakat khususnya warga desa Jarit untuk tetap berupaya menahan diri agar suasana kondusivitas tetap terjaga.

"Kami tentunya sangat berharap kepada masyarakat Jarit untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa memicu timbulnya gesekan. Suasana kondusif sangat perlu untuk dijaga demi berlangsungnya kebersamaan. Masih akan ada langkah-langkah lanjutan sebagai upaya untuk mencari solusi terkait persoalan yang kini sedang dihadapi," terang Kompol Budi Sulistiyo selaku Wakapolres Lumajang dihadapan awak media.

Topik
Polres Lumajang dinas pemerintah Kabupaten Lumajang Dishub Kesbangpol Pol PP

Berita Lainnya