Tren Kontemporer Batik dan Perhiasan, Berani Coba?  | Madura TIMES

Tren Kontemporer Batik dan Perhiasan, Berani Coba?

Apr 18, 2018 09:57
Pengunjung melihat item kalung etnik berbahan batu alam yang dipamerkan dalam Contemporary Batik and Silver Jewelry Exibit di Hotel Tugu Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Pengunjung melihat item kalung etnik berbahan batu alam yang dipamerkan dalam Contemporary Batik and Silver Jewelry Exibit di Hotel Tugu Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Merebaknya tren kontemporer dalam dunia seni juga merambah ke beragam item fashion klasik. Misalnya perhiasan dan batik. Umumnya punya pola tradisional, sebagian perajin menawarkan kebaruan dengan sentuhan kontemporer seperti yang dipamerkan di Contemporary Batik and Silver Jewelry Exibit di Hotel Tugu Kota Malang. 

Dibuka sejak kemarin (18/4/2017) hingga 28 April mendatang di aula Tirta Gangga, pameran tersebut memajang sekitar 1.100 lembar batik dan lebih dari 500 item perhiasan. Sebagian besar menawarkan corak-corak yang tidak biasa.

Executive Manager Hotel Tugu Malang Crescentia Harividyanti mengungkapkan, pameran tersebut juga digelar sebagai bagian dari perayaan HUT Ke-104 Kota Malang. "Ada 28 perajin batik dan tujuh perajin perhiasan yang dipamerkan. Ada yang dari Malang, ada juga yang dari Bali, Jakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat," ujar Kris, sapaan akrabnya.

Dari Malang, ada delapan perajin batik dan satu desainer perhiasan yang ditampilkan. "Mulai dari Turen, Blimbing, Singosari dan Malang Selatan. Sebagian merupakan perajin rumahan yang belum banyak dikenal dan produksinya terbatas," kata Kris.

Hal itu dipilih karena pihaknya berharap semakin banyak perajin Malang yang dikenal. Terlebih Hotel Tugu memiliki tingkat kunjungan yang didominasi wisatawan asing. "Sambutan dari tamu luar biasa. Oleh karena itu, terus kami selenggarakan setiap satu tahun. Ini tahun ke-12. Selain peringatan HUT Kota Malang juga sekaligus menyambut Hari Kartini," paparnya. 

Tema kontemporer dipilih untuk memikat kalangan muda tertarik kepada batik. Sekaligus untuk menyampaikan pesan ke masyarakat bahwa Indonesia indah dan Malang itu cantik. Menurut Kris, produk batik dan perhiasan Malang punya kualitas yang cukup baik. Mereka punya keindahan dan keunikan sendiri, terlebih pilihan akan corak batik merupakan cita rasa personal. 

"Saat ini terlihat, batik Malang sangat modern dan bisa dipakai semua usia. Coraknya dibanding batik Yogya atau Solo yang pakem beda sekali. Kelihatan kontemporernya," ujar dia.

Misalnya, lanjut Kris, terlihat dari warna-warna mencolok serta munculnya karakter yang menjadi identitas Kota Malang seperti topeng. "Ini juga bentuk komitmen kami untuk pelestarian budaya, ini salah satunya. Juga menguatkan branding Hotel Tugu sebagai hotel heritage," pungkasnya. (*) 

Topik
Berita Malang Contemporary Batik and Silver Jewelry Exibit di Hotel Tugu Kota Malang gaya hidup

Berita Lainnya