Ada Anak Putus Sekolah, Dispendik Banyuwangi Turunkan Tim Pemburu Garda Ampuh | Madura TIMES

Ada Anak Putus Sekolah, Dispendik Banyuwangi Turunkan Tim Pemburu Garda Ampuh

Apr 04, 2018 20:12
Drs. Sulihtiyono MPd, Kadispendik Kabupaten Banyuwangi (Foto : Hakim Said/BanyuwangiTIMES)
Drs. Sulihtiyono MPd, Kadispendik Kabupaten Banyuwangi (Foto : Hakim Said/BanyuwangiTIMES)

Terkait pemberitaan adanya anak dibawah umur yang putus sekolah diwilayah Satuan Koordinasi (Satkor) pendidikan Kecamatan Banyuwangi, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Banyuwangi, Drs. Sulihtiyono MPd langsung memberikan respon positif.

Bahkan pejabat asal Kecamatan Purwoharjo ini meminta kejelasan domisili anak anak yang putus sekolah tersebut.

"Di mana posisi anak anak tersebut,  karena kalau itu hasil razia Satpol PP, biasanya mereka anak luar kota. Satkor pendidikan dilingkungan kami ada team pemburunya. Kalau jenengan bisa nunjukkan nama n alamatnya, pasti diberi hadiah oleh teman  teman," terang Sulihtiyono, Rabu (4/4/18).

Lebih lanjut ditegaskan oleh Sulihtiyono, bahwa di dinas yang dia pimpin ada dana 1 miliar yang diperuntukkan bagi anak putus sekolah.

"Setiap anak putus sekolah yang tidak mampu, kalau mau sekolah akan mendapatkan tabungan Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh) sebesar Rp 1 juta. Jadi tolong ini menjadi tugas bersama, kepada mereka, anak anak putus sekolah dan tidak mampu, akan dibantu," beber Sulihtiyono lagi.

Sedangkan Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) H. Hamami juga lebih responsif terkait adanya informasi anak putus sekolah tersebut.

"Mohon informasinya kejelasan anak yang putus sekolah tersebut. Di mana domisilinya, segera ditindaklanjuti oleh tim pemburu Garda Ampuh," jelas Hamami.

Sebelumnya diberitakan adanya dua bocah kakak beradik yang putus sekolah ditingkat sekolah dasar (SD). Kedua bocah itu adalah Arif Firmansyah dan Fiki Firmansyah, warga Perum Sutri RT 03 RW III Kelurahan Sobo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Arif yang masih berusia 14 tahun mengaku sudah tidak lagi menikmati bangku sekolah sejak protol di kelas 3 SDN Kencong, Kabupaten Jember.

Sementara adik kandungnya, Fiki, bocah berperawakan gendut berusia 10 tahun, sudah tidak mengenyam pendidikan sejak dibangku kelas 3 SDN Kalipuro 1 Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Kepada media ini, anak pasangan Sudar (50) dan Nurhayati (45) Rabu (4/4/18), Arif mengaku sebenarnya kalau dirinya terus bersekolah, saat ini sudah duduk di kelas 2 SMP.

"Tapi mau bagaimana lagi Pak, saya memang tidak disekolahkan lagi oleh orang tua. Katanya tidak ada uang untuk biaya," lontarnya.

Pernyataan sang adik, Fiki, orang tua nya kalau kerja kadang kadang dapat 50 ribu, tapi kalau sepi dan hujan ya tidak dapat uang.

Sementara kedua orang tua bocah bersaudara yang putus sekokah ini, sewaktu hendak ditemui media ini tidak ada di rumahnya.

Karena mereka sedang berjualan asesoris seperti jepit, gelang, sisir dan sejenisnya secara berpindah pindah. "Pulangnya malam Pak, terkadang jam 1 dinihari, kadang juga subuh," tutur keduanya. (Bersambung)

Topik
Berita Banyuwangi Dispendik Banyuwangi

Berita Lainnya