Semangat Bumikan Perdamaian Kian Digelorakan di Kabupaten Malang | Madura TIMES

Semangat Bumikan Perdamaian Kian Digelorakan di Kabupaten Malang

Jan 03, 2018 14:19
Bupati Malang Rendra Kresna menyampaikan pesan perdamaian dalam acara Hari Amal Bhakti ke-72 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Rabu (03/01). (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Bupati Malang Rendra Kresna menyampaikan pesan perdamaian dalam acara Hari Amal Bhakti ke-72 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Rabu (03/01). (Foto: Nana/ MalangTIMES)

Momentum Hari Amal Bhakti ke-72 Kementerian Agama (Kemenag) dijadikan medium dalam menyebarkan perdamaian. 

Perdamaian menjadi kunci penting dalam proses pembangunan sebagai alat menyejahterakan masyarakat. Tanpa perdamaian, harapan besar tersebut hanya jatuh dalam sebuah impian kosong.

Hal inilah yang dikemukakan oleh Bupati Malang Dr H Rendra Kresna dalam peringatan Hari Amal Bhakti ke-72 di lapangan Kanjuruhan, Kepanjen, Rabu (03/01/2018).

Penguatan pesan perdamaian yang dilontarkan orang nomor satu di Kabupaten Malang menjadi sangat relevan dengan kondisi umum yang terjadi beberapa tahun belakangan ini.

"Kondisi saat ini kita tahu sendiri. Perdamaian menjadi sesuatu yang terus diupayakan dan dikuatkan. Alhamdulillah di sini semua berjalan secara harmonis," kata Rendra Kresna setelah acara peringatan Hari Amal Bhakti ke-72 selesai, Rabu (03/01/2018).

Sebagai wilayah terluas kedua di Jawa Timur (Jatim) Kabupaten Malang dengan heteroginitas masyarakatnya, secara potensi memiliki ruang dalam mewujudkan perdamaian. Baik dalam dimensi keagamaan, sosial-ekonomi, politik maupu kesukuan.

Potensi inilah yang terus dihilangkan di Kabupaten Malang dan terbukti berhasil sejak lama. Kondusivitas pergaulan antar masyarakat yang berbeda-beda terjaga dengan baik. "Maka perdamaian yang terus dikukuhkan, di sini sudah terbentuk kuat. Kabupaten Malang telah membuktikan bahwa perdamaian bukan konsep langit, tapi membumi di sini," tegas Rendra.

Perdamaian yang terbentuk dalam masyarakat juga berperan penting dalam keberhasilan pembangunan yang menjadi bagian dari alat pemerintahan mensejahterakan masyarakat.

Hal ini yang juga ditegaskan oleh Rendra dalam menjalankan roda pembangunannya selama dua periode. Merangkul seluruh elemen masyarakat yang berbeda keyakinan dan agama serta mengajaknya serta dalam berbagai proses pembangunan.

"Kita mengetahui bahwa di sini, keyakinan dan agama masyarakat semuanya ada. Tapi perbedaan ini bukan jadi pemicu rusaknya perdamaian, tapi sebaliknya. Merekatkan dan menguatkan perdamaian," ujar Rendra.

Melalui perdamaian yang menjadi nafas bersama dalam pembangunan di Kabupaten Malang inilah setiap program kerja pemerintah daerah bisa direalisasikan dan dinikmati dalam masyarakat.

Selain tentunya juga menjadi percontohan bagi daerah lain atas keberhasilan-keberhasilan yang diraih selama tahun 2017 lalu. "Karena itu mari kita sebarkan pesan perdamaian dalam kehidupan kita untuk mencapai keberhasilan pembangunan," pungkas Rendra.

Topik
BUPATI MALANG Rendra Kresna Hari Amal Bhakti ke 72 Kementerian Agama Pemkab Malang

Berita Lainnya