Gedung SDN Gayam I Kepulauan Sapudi ambruk dan belum diperbaiki. (Foto : Busri Toha / SumenepTIMES)
Gedung SDN Gayam I Kepulauan Sapudi ambruk dan belum diperbaiki. (Foto : Busri Toha / SumenepTIMES)

Puluhan siswa di SDN Gayam I, Kecamatan Gayam, Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terpaksa harus mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di emperan sekolah. Sebab, gedung sekolah ambruk.

Berdasarkan pantauan wartawan SumenepTIMES, Minggu (5/6/2016), sekolah tersebut memiliki enam ruang kelas. Namun, hanya tersisa satu ruang kelas yang bisa digunakan untuk KBM. Itupun, kondisinya sangat memprihatinkan dan membahayakan.

Pada ruang kelas bagian tengah, genteng di ruang kelas tersebut, sudah tidak utuh dan ambruk. Sehingga, genteng-genteng yang hancur tersebut menumpuk di ruang tengah ruang kelas tersebut. Bahkan, kini sudah tidak bisa ditempati KBM lagi karena bahaya bagi keselamatan siswa.

Kepala SDN Gayam I, Herman Bastari mengatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung lebih dari lima tahun. Namun, hingga kini masih belum mendapatkan perbaikan dari pemerintah daerah. Bahkan, sudah diajukan ke Dinas Pendidikan (Dispendik) tetapi belum mendapatkan rehabilitasi.

”Kami terus berusaha agar siswa tetap bisa mengikuti KBM. Salah satu upaya selain ke Dispendik, berusaha memperbaiki ruang kelas agar tidak membahayakan kepada siswa. Salah satunya, dengan memberi kayu penyanggah,” terang Kepala SDN Gayam I, Herman Bastari, kepada SumenepTIMES.

Selain itu, pihaknya menggunakan satu ruang kelas untuk kegiatan KBM. Sedangkan lainnya, di tempatkan di emperan sekolah. Sehingga, siswa tetap mengikuti belajar di sekolah, tanpa bahaya. Meski keadaan tersebut tidak kondusif.

”Kalau bicara kondusif, tentu ditempatkan di luar tidak kondusif. Apalagi, sekolah ini pas di depan jalan raya. Tetapi, ketimbang berbahaya terhadapa siswa, lebih baik begitu,” terangnya. (*)