"Sana-Sini Menganggap Kami Pro-Teroris" | Madura TIMES

"Sana-Sini Menganggap Kami Pro-Teroris"

Apr 07, 2016 22:47
Suasana saat tim gabungan melakukan penggeledahan di rumah kontrakan Terduga Teroris.(Foto: dok/malangTIMES)
Suasana saat tim gabungan melakukan penggeledahan di rumah kontrakan Terduga Teroris.(Foto: dok/malangTIMES)

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan jika pernyataan yang dilontarkan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Anton Charliyan yang mengatakan bahwa Muhammadiyah pro-teroris itu tidak benar.

Haedar menganggap pernyataan salah satu Jenderal di Mabes Polri itu sebagai cara komunikasi yang tidak baik atau tidak pas.

"Ya kalau saat ini banyak pernyataan  sana-sini yang menganggap kami pro-teroris, Kami anggap sebagai bentuk komunikasi yang tidak pas," ujar Haedar setelah menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Lembaga Amil, Zakat, Infak, dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) di SunHotel, Sidoarjo, Kamis, (7/6/2016)

Muhammadiyah, Imbuh Haedar sangat sepakat bahwa terorisme merupakan musuh bersama di negeri ini. Tapi yang diharap Muhammadiyah adalah cara penanganan terhadap teroris harus berhati-hati dan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

Selain itu, Muhammadiyah berkomitmen memberikan advokasi kepada siapa saja yang mendapat perlakuan tidak adil dari aparat hukum.

"Kasus Siyono ini kan seharusnya dibawa ke meja pengadilan sehingga masyarakat tahu benar apa tidaknya dia itu teroris, Apalagi Siyono inikan masih terduga teroris. Jadi seharusnya pihak aparat hukum harus menghargai asas praduga tak bersalah seseorang," pungkasnya.

Sebagai informasi, Siyono (33) warga Klaten, Jawa Tengah ini meninggal setelah diciduk Densus 88 Mabes Polri. Siyono meninggal saat di dalam mobil Densus 88.

Keluarga korban menganggap kematian Siyono tidak wajar dan terindikasi melanggar hak asasi manusia.

Terkait hal ini, PP Muhammadiyah bersama Komisi Nasional Hak Asasi Manusia  (Komnas Ham) melakukan autopsi forensik terhadap jenazah Siyono. Hingga saat ini pihak Muhammadiyah masih menunggu hasil resmi dari tim forensik.

Apabila hasil otopsi keluar pihak PP Muhammadiyah akan menyerahkan ke pihak Komnas Ham, Apa benar ada indikasi pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam kematian Siyono itu.(*)

Topik
Teroris PP Muhammadiyah

Berita Lainnya