Muhammadiyah Desak Densus Ubah Pola Penanganan Terduga Teroris | Madura TIMES

Muhammadiyah Desak Densus Ubah Pola Penanganan Terduga Teroris

Apr 07, 2016 22:10
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haidar Nasir. (foto: Mulya Andika/SidoarjoTIMES).
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haidar Nasir. (foto: Mulya Andika/SidoarjoTIMES).

Pengurus Pusat Muhammadiyah berharap pola penanganan terhadap terduga teroris yang dilakukan oleh Densus 88 Mabes Polri diubah. Densus 88 Mabes Polri harus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

"Pemberian status teroris pada seseorang pasti akan merugikan orang tersebut. Seharusnya harus dibuktikan dulu lewat meja hijau pengadilan," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haidar Nasir disela Rakernas Lazismu Tingkat Nasional di Convention Hall Suncity Sidoarjo, Kamis (7/4/2016).

Haidar mencontohkan penanganan terduga teroris Siyono warga Klaten Jawa Tengah yang akhirnya meninggal dunia. Siyono diduga dianiaya oleh anggota Densus 88 Mabes Polri saat proses interograsi.

Lebih jauh, Haidar meminta kepada puhak kepolisian untuk tidak gegabah dalam melabeli warga dengan sebutan teroris sebelum terbukti dalam meja hijau pengadilan.

"Kami meminta Polri harus hati-hati dan tidak boleh gampang menyatakan seseorang itu sebagai teroris, Apabila kasus yang menimpa Siyono ini benar, Jelas Polri melanggar Ham dan akan mencoreng nama besar Mabes Polri," pungkasnya.

Terkait kasus Siyono, Muhammadiyah menegaskan akan terus melakukan pengawalan.

"Kami kawal terus kasus ini dan saat ini pengurus Muhammadiyah masih menunggu hasil otopsi tim Forensik terhadap terduga teroris Siyono. Apabila hasilnya sudah keluar akan kami berikan kepada Komnas HAM," jelasnya.(*)

Topik
PP Muhammadiyah Haidar Nasir

Berita Lainnya