Wabub Sumenep Berharap Informasi Santri Narkotika Salah | Madura TIMES

Wabub Sumenep Berharap Informasi Santri Narkotika Salah

Mar 14, 2016 12:58
Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat berbincang dengan wartawan beberapa waktu lalu. (Foto: Busri Toha / SumenepTIMES)
Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat berbincang dengan wartawan beberapa waktu lalu. (Foto: Busri Toha / SumenepTIMES)

Pernyataan Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Komjen Budi Waseso, bahwa ada salah satu santri pondok pesantren menggunakan ekstasi agar kuat dzikir mendapat tanggapan serius dari Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.

Fauzi berharap, informasi santri menggunakan narkoba agar kuat dzikiran tidak benar. Karena obat haram tersebut menjadi musuh bersama masyarakat Indonesia. "Kami sangat berharap, semoga informasi itu (santri menggunakan ekstasi saat dzikir) tidak benar. Sebab kita tahu bersama bahwa narkoba itu musuh bersama dan dapat merusak mental," terang Fauzi, Senin (14/3/2016).

Lebih jauh ia menerangkan, penggunaan barang haram dengan alasan apapun, tetap tidak dapat dibenarkan. Sebab, sangat membahayakan bagi kesehatan bagi penggunanya.

"Masyarakat yang menggunakan mungkin karena tidak tahu. Sebab, pengedar itu tidak memberitahu kalau itu narkoba, hanya mengatakan obat sehingga warga menggunakannya," tegasnya.

Sebelumnya, sekretaris PC NU Sumenep, A Warits Umar menegaskan,  PCNU Sumenep meminta kepada Kepala BNN untuk menjelaskan ulang pernyataannya secara lebih lengkap sehingga tidak menimbulkan tafsir yang liar, terkait pernyataan santri menggunakan narkoba agar kuat dzikiran.

”Pernyataan tersebut tidak berdasar dan tidak disertai bukti. Makanya, kami di PC NU Sumenep meminta kepada Kepala BNN (Komjen Budi Waseso) segera meminta maaf kepada pesantren yang perasaannya dilukai atas pernyataan tersebut,” tandas Seretaris PC NU Sumenep, A Warist Umar. (*)

Topik
BNN bupati sumenep Achmad Fauzi pondok pesantren

Berita Lainnya