PMII Pamekasan Gelar Tahlilan untuk Salim Kancil | Madura TIMES
Pembunuhan Aktivis Tambang di Lumajang

PMII Pamekasan Gelar Tahlilan untuk Salim Kancil

Oct 01, 2015 21:40
Altivis PMII Pamekasan menggelar doa bersama. (Foto: alahafid rahmana/maduratimes).
Altivis PMII Pamekasan menggelar doa bersama. (Foto: alahafid rahmana/maduratimes).

MADURATIMES - Kematian tragis aktivis anti penambangan pasir liar asal Lumajang, Salim Kancil, terus mendapatkan simpati dari masyarakat. Di antaranya aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan. Puluhan aktivis PMII Pamekasan, menggelar doa sekaligus tahlil bersama di kantornya, Jalan Brawijaya, Kelurahan Jungcangcang, Kamis (1/10/2015) malam. 

Mohamad Imron, Ketua Cabang PMII Pamekasan mengatakan, doa sekaligus tahlil bersama kader sebagai bentuk keprihatinan atas tindakan sadis yang dilakukan preman terhadap Salim Kancil. Imron berharap, arwah Salim bisa diterima di sisi Allah.

"Kami prihatin atas aktivis yang dibunuh dengan sadis di negeri yang menganut asas demokrasi ini. Cara-cara kekerasan merupakan pelanggaran HAM yang harus diadili," terang pemuda yang akrab dipanggil Roni ini. 

Kepada pihak kepolisian, mahasiswa Universitas Madura Pamekasan ini, berharap segera mengadili dan menjatuhkan hukuman yang setimpal. Apalagi pembunuhan yang dialami Salim, merupakan tindak kejahatan yang tidak manusiawi. 

Selain mendoakan Salim Kancil, para kader PMII juga mendoakan Mahbub Djunaedi, pendiri sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar PMII. Mahbub Djunaedi merupakan sosok kader yang idealis sekaligus gigih dalam memperjuangkan kemajuan banga Indonesia. 

"Di tahun wafatnya yang ke 20 ini, mudah-mudahan sosok Mahbub Junaedi menjadi kader ideal bagi setiap kader PMII sekaligus menjadi panutan seluruh kader PMII," ungkap Roni. (*)

Topik
Pembunuhan Aktivis Tambang Polres Lumajang

Berita Lainnya