Resah Dengan Ajaran Baru, Tokoh Masyarakat Mengadu ke Kemenag Pamekasan | Madura TIMES

Resah Dengan Ajaran Baru, Tokoh Masyarakat Mengadu ke Kemenag Pamekasan

Aug 20, 2015 11:10
Tokoh masyarakat asal Desa Bulangan Haji, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, mengeluh ke Kemenag dan MUI Pamekasan. (Foto: taufiq khafi/maduratimes)
Tokoh masyarakat asal Desa Bulangan Haji, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, mengeluh ke Kemenag dan MUI Pamekasan. (Foto: taufiq khafi/maduratimes)

MADURATIMES - Tokoh masyarakat di Desa Bulangan Haji, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan mengadu ke Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Pamekasan, pada Kamis (20/8/2015). Mereka soal keresahan warga di desa setempat terkait adanya ajaran keagamaan baru. Tokoh tersebut, juga membawa dua warga yang menjadi korban ajaran. 

Kemenag sendiri, menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI), Polres dan Kodim 0826 Kabupaten Pamekasan, untuk ikut membahas keresahan warga tersebut.

Namun, pembahasan terkait dengan pengaduan tersebut, dilakukan secara tertutup. Media tidak diperkenankan untuk mengukuti pembahasan pengaduan warga. 

Sekretaris MUI Pamekasan, Zainal Alim, meminta agar awak media tidak ikut di dalam forum pembahasan. Sebab dikawatirkan akan terjadi pemahaman yang tidak utuh. 

"Jadi kami dari MUI dan Kemenag akan memberikan keterangan pers setelah pembahasan selesai," ujar Zainal Alim. 

Informasi yang diperoleh MADURATIMES, dugaan ajaran baru keagamaan tersebut dilakukan oleh warga asal Kelurahan Barurambat Timur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, berinisial AS.

AS sendiri, membuka praktik pengobatan berbagai macam penyakit, melalui hipnoterapi. Warga yang menjadi pasiennya, di antaranya warga Desa Bulangan Haji. 

Sampai berita ini ditulis, pembahasan terkait keluhan warga tersebut, masih berlangsung di ruang pertemuan Muzdalifah Kemenag Kabupaten Pamekasan. (*)

Topik
Kemenag Kabupaten Pamekasan MUI Polres Pamekasan

Berita Lainnya