Menag: Kaum Muda NU Harus Menjadi Pelopor Pembangunan Peradaban Islam | Madura TIMES
Muktamar ke-33 NU

Menag: Kaum Muda NU Harus Menjadi Pelopor Pembangunan Peradaban Islam

Aug 02, 2015 12:59
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: rully/malangtimes)
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: rully/malangtimes)

MADURATIMES - Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin menginginkan kader muda Nahdlatul Ulama (NU) harus menjadi pelopor dalam pembangunan peradaban Islam di dunia. Sejak dini para kaum muda NU membangun sinergitas dengan jaringan yang dibangunnya.

"Kader muda NU harus segera membangun koneksitas jaringan, supaya dapat mengumpulkan beragam Sumber Daya Manusia (SDM) dari berbagai daerah, supaya dapat mengaktualisasikan potensinya masing masing. Sehingga menjadi kekuatan besar untuk membangun peradaban Islam. Kaum muda NU harus menjadi pelopor pembangunan peradaban Islam di dunia," jelas Lukman pada Musyawarah Kaum Muda Nahdlatul Ulama (NU), MInggu (2/8/2015).

Acara Musyawarah Kaum Muda NU itu digelar di Universitas Wahab Hasbullah (Unwahab), Jombang dengan mengusung tema "Kaum Muda NU dan Tantangan NU". dihadapan para kader muda NU, Syaifudin menjelaskan, bahwa Indonesia akan bisa berkembang, jika generasi mudanya mampu membangun sinergitas dengan gerakan yang dinamis.

Seluruh kader NU memiliki kewajiban untuk membangun sinergitas menuju kebangkitan Islam yang berwawasan Nusantara. "Para leluhur telah mewarisi pemikiran dan gerakan yang baik untuk membangun peradaban Islam. Hal itu sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk melanjutkannya," jelasnya.

Syaifudin menambahka, bahwa yang menjadi landasan dalam membangun peradaban Islam adalah keinginan untuk mengaktualisasikan konsep Islam tanpa merusak warisan budaya. Karena, Islam yang berkembang di Indonesia sudah memiliki jati diri yang mampu berinteraksi dan dinamis menerima perbedaan.

"Jangan pertajam perbedaannya. Himpun keberagaman menjadi kekuatan membangun peradaban Islam di bumi Nusantara ini," katanya. Syaifuddin, berpesan, bahwa NU memiliki banyak jaringan organisasi, akan lebih kuat dan masif jika semua elemen bersatu. 

Dengan bersatu tambahnya, maka akan terjalin sinergitas yang berpotensi memunculkan ruh pergerakan untuk membangun peradaban Islam yang berwawasan nusantara. (*)

Topik
Muktamar ke 33 Nahdlatul Ulama Musyawarah Kaum Muda Nahdlatul Ulama Menteri Agama

Berita Lainnya