Kenali Warna BAB-mu, Bisa Jadi Sinyal Penyakit! Ini Kata Dokter

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

07 - Apr - 2025, 07:52

Seorang anak sedang buang air besar. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Warna buang air besar (BAB) ternyata bisa jadi sinyal penting dari kondisi kesehatan seseorang. Dokter spesialis penyakit dalam dr Decsa Medika Hertanto SpPD mengingatkan agar masyarakat lebih peka memperhatikan warna feses saat BAB karena bisa menjadi tanda adanya gangguan serius, seperti perdarahan di saluran cerna. 

Lewat unggahan di akun Instagramnya, @dokterdecsa, ia membagikan kasus seorang wanita berusia 28 tahun yang datang dengan keluhan lemas berkepanjangan dan tampak pucat. Sang pasien memiliki riwayat penyakit lambung dan GERD (gastroesophageal reflux disease) yang sering kambuh. Keluhannya makin parah setelah Lebaran karena konsumsi makanan pedas, asam, dan berminyak. 

Namun, satu hal yang mencurigakan adalah warna feses yang berubah menjadi hitam pekat. Saat dilakukan pemeriksaan, hasilnya menunjukkan bahwa pasien mengalami melena, yakni kondisi feses berwarna hitam akibat perdarahan di saluran cerna bagian atas. 

“Pasien ini BAB-nya sekarang lebih hitam banget. Ternyata melena disertai dengan GERD dan anemia,” ujar dr Decsa dalam unggahannya. 

Ia menjelaskan bahwa warna hitam pada feses itu bukan berasal dari makanan, melainkan darah yang bercampur dengan asam lambung. “Warna merah darah yang bercampur cairan asam di lambung itu menjadikannya warna hitam pada BAB,” jelasnya. 

Dalam unggahan yang sama, dr Decsa mengingatkan pentingnya kebiasaan memantau warna feses setiap kali BAB. “Mulai sekarang perhatikan warna BAB-mu ya. Karena itu penting banget. Sekarang udah paham kan?” tambahnya. 

Dilansir dari laman resmi Siloam Hospital, warna feses bisa bervariasi tergantung makanan, obat-obatan, dan kondisi medis tertentu. Namun beberapa warna perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda adanya gangguan pencernaan. 

Berikut penjelasan beberapa warna feses dan artinya:
• Cokelat: Warna normal karena pengaruh empedu dan makanan.
• Kuning: Normal, namun bisa menandakan gangguan hati atau celiac jika berminyak dan bau.
• Hijau: Bisa terjadi karena konsumsi sayur atau suplemen zat besi, juga akibat diare.
• Putih/Pucat: Bisa menandakan masalah hati atau penyumbatan saluran empedu.
• Merah Terang: Tanda perdarahan di saluran cerna bagian bawah, seperti wasir atau kanker usus.
• Jingga: Biasanya dari makanan tinggi beta-karoten, bisa juga karena gangguan liver.
• Hitam: Bisa karena suplemen zat besi, tapi juga bisa jadi tanda perdarahan lambung seperti melena. 

Selain warna, bentuk feses juga memberikan gambaran kondisi pencernaan. Berdasarkan Bristol Stool Chart, feses tipe 3 dan 4, berbentuk seperti sosis dengan permukaan retak atau halus memanjang merupakan bentuk ideal. Sementara feses berbentuk keras atau terlalu cair bisa mengindikasikan masalah seperti sembelit atau diare berat. 

Meski warna dan bentuk feses bisa menjadi petunjuk awal, dr Decsa mengingatkan agar tidak menggantikan konsultasi ke dokter. “Selalu perhatikan warna BAB-mu, karena bisa jadi petunjuk awal adanya penyakit. Tapi tentu tetap harus diperiksa oleh tenaga medis profesional untuk diagnosis pastinya,” katanya. 

Jadi, mulai sekarang jangan anggap sepele apa yang kamu buang ke toilet. Bisa jadi itu ‘kode’ tubuh sedang memberi sinyal bahaya. Semoga informasi ini bermanfaat.