Dinkes Banyuwangi Ungkap Tantangan Kesehatan, LDII Siap Beri Dukungan
Reporter
Nurhadi Joyo
Editor
Nurlayla Ratri
18 - Aug - 2026, 07:54
JATIMTIMES - Persoalan kesehatan masyarakat di Kabupaten Banyuwangi menjadi perhatian dalam kerja sama antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Kedua pihak menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Kantor Dinas Kesehatan Banyuwangi, Selasa (18/8/2026).
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan dan penggerakan masyarakat dalam mendukung program prioritas kesehatan, termasuk Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Langkah ini diharapkan turut mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat Banyuwangi.
Baca Juga : UIN Malang Ingin Naik Kelas Dunia, Rektor Soroti Ekosistem Kampus yang Sehat
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, H. Amir Hidayat, mengapresiasi keterlibatan LDII dalam mendukung program pembangunan kesehatan pemerintah daerah. Menurut dia, keterlibatan organisasi masyarakat dibutuhkan untuk menghadapi sejumlah persoalan kesehatan yang masih menjadi tantangan di Banyuwangi.
Amir menyebut beberapa persoalan tersebut, mulai dari meningkatnya penyakit metabolisme pada usia muda hingga tingginya angka hipertensi. Dari sekitar 1,8 juta penduduk Banyuwangi, angka penderita hipertensi disebut mencapai 20 persen.
Selain penyakit tidak menular, penyakit menular dan kasus HIV/AIDS juga masih membutuhkan perhatian serius. Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah angka pernikahan dini yang masih relatif tinggi di tingkat Provinsi Jawa Timur.
"Kami mendorong percepatan Raperda Kawasan Tanpa Rokok (KTR), dan kami sangat mengapresiasi Dusun Kampung Baru, Jajag, Gambiran, binaan LDII Banyuwangi yang sukses menjadi kawasan bebas asap rokok ," ujar Amir Hidayat.
Amir berharap jajaran pengurus dan warga LDII, khususnya kalangan Wanita LDII, dapat mengambil peran lebih besar dalam menyosialisasikan dan menjalankan program kesehatan di lingkungan masyarakat.
Ketua DPD LDII Banyuwangi, Ir. Heri Sujatmiko, menyatakan kesiapannya untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah. Ia menilai isu kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pelayanan medis, tetapi juga berhubungan dengan kualitas kehidupan masyarakat secara luas.
"Kesehatan adalah nikmat yang sangat berharga dari Allah SWT. Dengan tubuh dan jiwa yang sehat, seluruh aktivitas ibadah dan sosial dapat berjalan lancar. LDII siap berkolaborasi karena kesehatan merupakan tanggung jawab bersama," jelas Heri.
Baca Juga : Aksi BEM UI Diblokade di Sudirman, Mahasiswa Cekcok dengan Kapolres soal Larangan ke Bundaran HI
Dukungan terhadap kerja sama tersebut juga diperkuat dari sisi jaringan dan sumber daya manusia. Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Banyuwangi, KH. Hariadji Sugito, mengatakan LDII memiliki jaringan kegiatan masyarakat yang dapat menjadi bagian dari penguatan program kesehatan.
Menurut KH. Hariadji, LDII saat ini menaungi 71 majelis taklim yang tersebar mulai Kecamatan Wongsorejo hingga Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran. Organisasi tersebut juga memiliki Forum Komunikasi Kesehatan Islam (FKKI) yang menghimpun tenaga kesehatan serta kader posyandu.
"Alhamdulillah, LDII Banyuwangi telah memiliki dua Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) yang aktif difasilitasi oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kertosari dan Puskesmas Jajag Gambiran," ungkap KH. Hariadji.
MoU yang ditandatangani dalam kerja sama tersebut tercatat dengan nomor 400.7.27/16900/429.112/2026 dan SUM-27/M.30/VIII/2026.
Penandatanganan berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Banyuwangi dan dihadiri jajaran pengurus harian DPD LDII Banyuwangi bersama Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi beserta staf. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.
