Bukan Cuma Dehidrasi, 8 Penyakit Ini Mengintai Saat Musim Kemarau
Reporter
Mutmainah J
Editor
Dede Nana
18 - Aug - 2026, 02:32
JATIMTIMES - Musim kemarau identik dengan cuaca panas, udara kering, dan berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.
Sejumlah penyakit diketahui lebih mudah muncul saat musim kemarau, mulai dari demam berdarah hingga infeksi saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari berbagai risiko tersebut.
Baca Juga : 19.602 Keluarga Terima Bantuan Pangan, Wali Kota Blitar: Setelah Pangan, Pendidikan Harus Tuntas
Berikut deretan penyakit yang perlu diwaspadai saat musim kemarau, seperti dilansir dari KlikDokter.
1. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Banyak orang mengira demam berdarah hanya muncul saat musim hujan. Padahal, kasus DBD juga bisa meningkat ketika memasuki musim kemarau.
Dokter dari KlikDokter, dr. Dyan Mega Inderawati, menjelaskan bahwa genangan air saat musim hujan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Ketika musim kemarau tiba, nyamuk yang telah menjadi dewasa semakin banyak dan berpotensi menyebarkan virus dengue.
Karena itu, pemberantasan sarang nyamuk tetap perlu dilakukan meski cuaca sedang panas dan kering.
2. Dehidrasi
Paparan cuaca panas dalam waktu lama membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Jika kebutuhan cairan tidak tercukupi, seseorang berisiko mengalami dehidrasi.
Gejala dehidrasi dapat berupa rasa haus berlebihan, lemas, pusing, hingga urine berwarna lebih pekat. Untuk mencegahnya, masyarakat dianjurkan minum air putih setidaknya delapan gelas per hari, terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
3. Dermatitis Atopik dan Alergi Kulit
Udara kering saat musim kemarau juga dapat memicu gangguan pada kulit, salah satunya dermatitis atopik atau eksim. Penyakit kulit kronis ini ditandai dengan kulit yang gatal, kering, meradang, hingga pecah-pecah.
Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, kondisi udara yang kering dapat memperburuk masalah kulit pada sebagian orang. Selain itu, cuaca panas juga membuat lapisan pelindung kulit menipis sehingga lebih mudah terpapar kuman dan memicu alergi.
4. Diare
Keterbatasan air bersih saat kemarau dapat memengaruhi kebersihan makanan dan peralatan makan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko penyebaran bakteri atau virus penyebab diare.
Dokter KlikDokter, dr. Andika Widyatama, menjelaskan bahwa makanan juga lebih mudah terkontaminasi debu saat musim kemarau. Oleh karena itu, menjaga kebersihan makanan dan mencuci tangan sebelum makan menjadi langkah penting untuk mencegah diare.
5. Tifus
Tifus merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penularan biasanya terjadi melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi.
Menurut dr. Andika Widyatama, lalat dapat menjadi perantara penyebaran bakteri karena sering hinggap di tempat kotor sebelum mendarat di makanan. Karena itu, makanan sebaiknya disimpan dalam keadaan tertutup dan diolah secara higienis.
6. Heatstroke
Heatstroke atau serangan panas menjadi salah satu kondisi yang perlu diwaspadai saat suhu udara sangat tinggi. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak mampu mengontrol suhu sehingga suhu tubuh dapat meningkat hingga lebih dari 40 derajat Celsius.
Dr. Andika Widyatama mengingatkan bahwa heatstroke merupakan kondisi darurat medis karena dapat merusak organ vital seperti otak, jantung, dan ginjal jika tidak segera ditangani.
Untuk mengurangi risikonya, hindari aktivitas berat saat cuaca sangat terik dan gunakan pelindung seperti topi atau payung ketika berada di luar ruangan.
Baca Juga : Waspada! Modus Scam Ngaku Polisi Bikin Tabungan Rp 188 Juta Ludes dalam 3 Jam
7. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)
Musim kemarau identik dengan meningkatnya debu di udara. Paparan debu yang berlebihan dapat mengiritasi saluran pernapasan dan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).
Anak-anak, lansia, serta penderita asma dan alergi menjadi kelompok yang lebih rentan mengalami gangguan ini.
8. Mata Kering
Udara kering saat musim kemarau juga dapat menyebabkan mata kehilangan kelembapan lebih cepat. Kondisi ini dikenal sebagai mata kering atau dry eyes.
Menurut dr. Andika Widyatama, gejala mata kering meliputi rasa perih, gatal, sensasi terbakar, mata merah, hingga pandangan kabur. Jika gejala berlangsung lama, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Cara Menjaga Kesehatan Saat Musim Kemarau
Agar tetap sehat selama musim kemarau, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, antara lain:
• Memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap hari.
• Menjaga kebersihan makanan dan lingkungan.
• Menghindari paparan panas berlebihan.
Menggunakan masker saat udara berdebu.
• Rutin membersihkan tempat penampungan air untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.
• Menggunakan pelembap kulit dan menjaga kesehatan mata.
Dengan menjaga pola hidup sehat dan meningkatkan kewaspadaan, berbagai penyakit yang sering muncul saat musim kemarau dapat dicegah sejak dini.
