Misteri Kematian Jayden Adams Usai Piala Dunia 2026, Polisi Cape Town Buka Penyelidikan

Reporter

Mutmainah J

Editor

Dede Nana

14 - Jul - 2026, 12:48

Alm. gelandang tim nasional Afrika Selatan, Jayden Adams. (Foto: Al Jazeera)

JATIMTIMES - Kepolisian Cape Town, Afrika Selatan, resmi membuka penyelidikan terkait kematian gelandang tim nasional Afrika Selatan, Jayden Adams, yang ditemukan meninggal dunia tidak lama setelah kembali dari ajang Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Kabar duka tersebut mengejutkan dunia sepak bola internasional. Adams, yang baru berusia 25 tahun, ditemukan tidak bernyawa di sebuah rumah di kawasan Schotsche Kloof, Cape Town. Hingga kini, penyebab pasti kematiannya masih menjadi misteri dan belum diumumkan oleh pihak berwenang.

Baca Juga : Heboh Pejabat Kementerian PU Diduga Dimutasi Gegara Surat Perjalanan Dinas Menteri Bocor

Asosiasi Pemain Sepak Bola Afrika Selatan (SAFPU) telah mengonfirmasi meninggalnya sang pemain pada Sabtu (11/7). Sementara itu, kepolisian menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung sehingga belum ada informasi resmi mengenai penyebab maupun kronologi kematian Adams.

Belum adanya keterangan resmi dari aparat membuat berbagai spekulasi bermunculan di media sosial. Namun, hingga saat ini tidak ada bukti yang mendukung dugaan tersebut. Otoritas setempat masih menunggu hasil penyelidikan sebelum menyampaikan kesimpulan kepada publik.

Kepergian Adams pun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan setim, hingga pencinta sepak bola di berbagai negara. Sebagai bentuk penghormatan, seluruh pemain dan ofisial mengheningkan cipta sebelum pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Norwegia di Stadion Miami, Amerika Serikat.

Mengutip Al Jazeera Selasa (14/7), ayah mendiang, Juanito Adams, mengaku keluarganya masih sangat terpukul dan belum mampu menerima kenyataan atas kepergian putranya.

"Keluarga kami sangat kesulitan untuk memproses kejadian ini. Tidak akan mudah bagi kami untuk melanjutkan hidup," ujar Juanito Adams, seperti dikutip dari kantor berita Afrika Selatan, eNCA.

Ia mengatakan rasa kehilangan itu tidak akan mudah hilang meski waktu terus berjalan. "Orang-orang mengatakan seiring berjalannya waktu semuanya akan menjadi lebih mudah, tetapi kenyataannya tidak seperti itu. Kami hanya harus belajar hidup dengan rasa kehilangan ini. Seluruh dunia memberikan penghormatan kepada Jayden. Kami melihat sendiri betapa besar cinta masyarakat terhadap dirinya dan bakat sepak bolanya," tuturnya.

Jayden Adams dikenal sebagai salah satu gelandang berbakat yang dimiliki Afrika Selatan. Pada Piala Dunia 2026, ia menjadi bagian penting skuad Bafana Bafana dengan mencatatkan tiga penampilan.

Dedikasi Adams mendapat apresiasi luas karena tetap memperkuat tim nasional meski sedang mengalami masa berkabung. Sehari sebelum pertandingan fase grup melawan Republik Ceko, nenek tercintanya, Marianna, meninggal dunia.

Meski demikian, Adams tetap memutuskan turun ke lapangan dan tampil sejak menit pertama. Penampilannya membantu Afrika Selatan menahan imbang Republik Ceko dengan skor 1-1.

Ia kembali dipercaya menjadi starter saat Afrika Selatan menghadapi Meksiko meski timnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-2. Pada laga berikutnya melawan Korea Selatan, Adams masuk sebagai pemain pengganti dan ikut membawa timnya meraih kemenangan tipis 1-0.

Baca Juga : Gelar Muharram Art Fest 2026, GP. Ansor Cabang Kencong Hadirkan Ruang Silaturahmi Seni, Budaya, dan Spiritual

Perjalanan Afrika Selatan di Piala Dunia 2026 akhirnya terhenti pada babak gugur setelah kalah dari Kanada pada 28 Juni. Dalam pertandingan tersebut, Adams berada di bangku cadangan.

Menteri Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Afrika Selatan, Gayton McKenzie, turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Adams. Menurutnya, sang pemain merupakan pribadi yang rendah hati dan selalu menunjukkan rasa hormat kepada siapa pun.

"Saya akan selalu mengingat kerendahan hati dan rasa syukurnya setiap kali kami berbincang," kata McKenzie dalam pernyataan resminya.

McKenzie menilai keputusan Adams tetap membela negaranya di tengah duka menunjukkan karakter yang luar biasa.

"Keputusannya untuk tetap mengenakan jersey tim nasional dan memberikan segalanya untuk negara di tengah suasana duka mendalam menunjukkan karakter dan profesionalisme yang melampaui usianya. Hal itu mencerminkan kualitas luar biasa dari seorang pemuda yang kini telah tiada," ujarnya.

Ucapan belasungkawa juga terus mengalir dari para pesepak bola, suporter, hingga berbagai kalangan di Afrika Selatan. Banyak yang mengenang Adams bukan hanya karena kemampuannya di atas lapangan, tetapi juga sikap rendah hati dan dedikasinya terhadap tim nasional.

Hingga kini, kepolisian Cape Town belum merilis hasil penyelidikan maupun penyebab kematian Jayden Adams. Otoritas meminta publik menunggu proses investigasi selesai sebelum menarik kesimpulan terkait peristiwa tersebut.

Kepergian Jayden Adams menjadi kehilangan besar bagi sepak bola Afrika Selatan. Di usia yang masih 25 tahun, ia dinilai masih memiliki masa depan panjang bersama klub maupun tim nasional. Kini, dunia sepak bola menantikan hasil penyelidikan resmi yang diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kematian sang gelandang.