Periode Mei Terjadi 772 Gempa Bumi, 4 Kejadian Terasa di Jatim dan Sekitarnya
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Nurlayla Ratri
01 - Jun - 2026, 06:28
JATIMTIMES - Pada periode Mei 2026 terjadi 772 gempa bumi di wilayah Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya. Dari ratusan gempa bumi yang termonitor oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tersebut, dampak getarannya sebagian dapat dirasakan langsung hingga di sejumlah wilayah termasuk di Jawa Timur.
"Pada bulan ini (Mei 2026, red) terdapat empat kejadian gempa bumi dirasakan," ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso kepada JatimTIMES, Senin (1/6/2026).
Baca Juga : Pelajar 14 Tahun Asal Pakisaji Tewas Tenggelam di Embung Babadan Ngajum
Dari 772 gempa bumi tersebut, sebanyak 157 kejadian di antaranya terjadi pada penghujung Mei 2026. Yakni pada periode tanggal 22-28 Mei 2026. "Pada penghujung Mei kemarin terdapat satu kejadian gempa bumi dirasakan," ujarnya.
Gempa bumi tektonik yang dampak getarannya terasa hingga di sejumlah wilayah tersebut terjadi di tenggara Jember, Jawa Timur pada Selasa (26/5/2026). Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 99 km arah Tenggara, Jember, Jawa Timur pada kedalaman 14 km.
"Dari hasil analisis menunjukkan gempa bumi tektonik tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M4,8," ujar Ricko.
Jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, dijelaskan Ricko, gempa bumi yang terjadi di tenggara Jember tersebut merupakan jenis gempa dangkal. Sedangkan dampak gempa bumi tektonik tersebut juga turut dirasakan di sejumlah wilayah termasuk di Jawa Timur.
Yakni mulai dari daerah Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Kuta, Kuta Selatan, Malang, Denpasar, hingga Blitar dan Trenggalek. Sedangkan dampak yang dirasakan bervariasi.
Yaitu mulai dari getaran yang dirasakan oleh banyak orang ketika di dalam rumah, getaran yang dirasakan nyata seakan-akan ada truk yang berlalu, hingga getaran yang mengakibatkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Berdasarkan hasil monitoring BMKG, gempa bumi yang terjadi di tenggara Jember tersebut tidak menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. "Dari hasil pemodelan juga menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami," ujarnya.
Baca Juga : Diduga Karena Cemburu, Oknum TNI AL Hajar Pemuda 19 Tahun di Situbondo Hingga Babak Belur
Dijelaskan Ricko, peristiwa yang terjadi di tenggara Jember tersebut merupakan salah satu dari 157 gempa bumi yang terjadi pada periode penghujung Mei 2026. "Magnitudo terbesar pada periode tersebut (22-28 Mei 2026) adalah M 5.04. Sedangkan magnitudo terkecilnya yaitu M 1.02," imbuhnya.
Kejadian gempa bumi terbanyak pada penghujung Mei tersebut terekam pada 25 Mei 2026. Yakni dengan jumlah 31 kejadian gempa bumi.
Sedangkan kejadian gempa bumi paling sedikit terekam pada 23 Mei 2026 dengan jumlah 17 kejadian. "Pada periode tersebut terdapat 122 kejadian gempa bumi dangkal, 35 kejadian gempa bumi menengah dan nihil kejadian gempa bumi dalam," bebernya.
Gempa bumi dangkal yang turut terjadi pada penghujung Mei 2026 tersebut merupakan gempa yang terjadi di kedalaman pada rentang antara 0-60 kilometer dari permukaan laut. Sedangkan gempa bumi menengah ialah kedalaman gempa pada rentang 60-300 kilometer.
Sementara gempa bumi dalam ialah gempa yang berada pada kedalaman lebih dari 300 kilometer dari permukaan laut. "Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal," pungkasnya.
