BMKG: Terjadi 705 Gempa Bumi di Jawa Timur Sepanjang April 2026
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Nurlayla Ratri
01 - May - 2026, 06:30
JATIMTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi ratusan gempa bumi di sepanjang April 2026. Gempa bumi yang terjadi di wilayah Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya tersebut sebagian juga turut dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Pada bulan April 2026 di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya terjadi 705 kejadian gempa bumi," ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso kepada JatimTIMES, Jumat (1/5/2026).
Baca Juga : Bupati Jember Ajak Buruh dan Pengusaha Doa Bersama, Tasyakuran Peringati May Day
Dijabarkan Ricko, gempa bumi yang terjadi pada periode April 2026 tersebut terbagi dalam tiga klasifikasi. Yakni meliputi gempa bumi dangkal, menengah, dan dalam.
Sementara untuk gempa bumi yang mendominasi di sepanjang April 2026 ialah gempa bumi dangkal. "Pada periode ini (April 2026, red) terdapat 547 kejadian gempa bumi dangkal, 157 kejadian gempa bumi menengah dan satu kejadian gempa bumi dalam," imbuhnya.
Perlu diketahui, gempa bumi dangkal ialah gempa yang terjadi di kedalaman pada rentang antara 0-60 kilometer dari permukaan laut. Sedangkan gempa bumi menengah ialah kedalaman gempa pada rentang 60-300 kilometer.
Sementara gempa bumi dalam ialah gempa yang berada pada kedalaman lebih dari 300 kilometer dari permukaan laut. Artinya, tidak semua kejadian gempa bumi dapat dirasakan secara langsung oleh manusia.
"Sedangkan pada periode bulan ini terdapat satu kejadian gempa bumi yang dirasakan," ujarnya.
Baca Juga : One Piece 1182 Tunda Rilis, Ini Penyebabnya
Ricko menyebut, frekuensi harian kejadian gempa bumi di Jawa Timur terbanyak pada periode kali ini terekam pada 20 April 2026. Yakni dengan jumlah 52 kejadian gempa bumi.
"Sedangkan untuk kejadian gempa bumi paling sedikit terekam pada 23 April 2026 dengan jumlah 14 kejadian," imbuhnya.
Ricko menyebut, kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal. "Magnitudo terbesar pada periode ini adalah M 4.88. Sedangkan untuk magnitudo terkecilnya yaitu M 0.92," pungkasnya.
