Harga BBM di Singapura Pecah Rekor hingga Rp58 Ribu/Liter, Sehari Naik Berkali-kali 

Reporter

Binti Nikmatur

17 - Mar - 2026, 05:30

SPBU salah satu operator BBM di Singapura. (Foto: X)

JATIMTIMES - Harga bahan bakar minyak (BBM) di Singapura melonjak tajam dan kini menembus rekor tertinggi baru. Kenaikan ini bahkan melampaui level saat krisis energi global pada 2022.

Lonjakan harga BBM tersebut dipicu naiknya harga minyak dunia di tengah memanasnya konflik geopolitik, termasuk ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Mengutip laporan The Straits Times, Selasa (17/3/2026) harga BBM jenis RON 95 di SPBU utama mengalami lonjakan signifikan.

Baca Juga : Hitungan Kalori Kue Lebaran dari Nastar sampai Kastengel, Lengkap dengan Cara Membakarnya

Operator SPBU Caltex tercatat menaikkan harga RON 95 sebesar 10 sen menjadi US$ 3,45 atau sekitar Rp 58.305 per liter (kurs Rp 16.900) pada 13 Maret 2026. Angka ini melampaui rekor sebelumnya yang berada di US$ 3,42 per liter, yang sempat dicapai pada Juni 2022 oleh Shell dan Caltex saat pecahnya konflik Rusia-Ukraina.

Sementara itu, harga BBM RON 95 di SPBU lain seperti Esso dan Sinopec berada di kisaran US$ 3,40 atau sekitar Rp 57.460 per liter. Adapun harga paling rendah tercatat di Singapore Petroleum Company, yakni US$ 3,39 atau sekitar Rp 57.291 per liter.

Tak hanya RON 95, harga BBM jenis RON 92 dan RON 98 juga ikut melonjak dan kini berada di atas level tertinggi sejak 2022. Yang mengejutkan, kenaikan harga BBM di Singapura tidak hanya terjadi harian, tetapi dalam beberapa kasus bisa berubah lebih dari sekali dalam sehari.

Fenomena ini membuat para pengendara, terutama sopir taksi, semakin terbebani dengan biaya operasional yang terus meningkat. Seorang pengemudi taksi yang enggan disebutkan namanya mengaku kondisi ini sangat memukul penghasilannya.

"Akan sangat membantu jika ada bantuan untuk mengurangi biaya sewa taksi karena bensin adalah salah satu pengeluaran harian terbesar kami. Setelah dikurangi biaya bensin dan sewa harian, penghasilan menjadi cukup sulit. Beberapa hari kami hanya berusaha untuk menutupi biaya sewa dan bahan bakar," ucapnya.

Di tengah lonjakan harga BBM di Singapura tersebut, sejumlah operator transportasi mencoba memberi solusi. Perusahaan taksi terbesar di Singapura, ComfortDelGro, sempat menawarkan BBM dengan harga lebih rendah.

Baca Juga : Empat Alat Pungut Pajak Daerah Andalan Bapenda Kabupaten Malang

Pada 5 Maret 2026, harga BBM yang mereka sediakan berada di level US$ 1,93 per liter. Namun, hanya dalam hitungan hari, harga itu ikut naik menjadi US$ 2,31 per liter pada 11 Maret 2026.

Meski demikian, tarif tersebut masih jauh lebih murah dibandingkan harga di SPBU umum, sehingga cukup membantu para pengemudi.

Selain itu, operator lain seperti Strides Premier juga menyediakan BBM dengan harga lebih rendah dari pasar. Mereka juga memberikan berbagai bantuan tambahan, termasuk kredit BBM untuk meringankan beban operasional pengemudi.

"Langkah-langkah ini bertujuan untuk meringankan biaya operasional dan mendukung mata pencaharian mitra pengemudi kami. Kami akan terus memantau pergerakan harga BBM dengan cermat dan menilai apakah langkah-langkah tambahan dapat diperkenalkan untuk lebih mendukung mitra pengemudi kami jika diperlukan," kata Khoo Gui Ju, Manajer Umum Bisnis Sewa Kendaraan.