Peralihan Musim, Wilayah di Jawa Timur Ini Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem hingga 20 Maret
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
13 - Mar - 2026, 01:26
JATIMTIMES - Wilayah di Jawa Timur saat ini mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Pada periode pancaroba ini, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena potensi cuaca ekstrem diprakirakan meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menyebutkan bahwa dalam 10 hari ke depan, kondisi atmosfer di Jawa Timur berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Baca Juga : Tradisi Unik Lebaran di Berbagai Negara, dari Adu Telur hingga Festival Gula
“Diprakirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” tulis BMKG Juanda dalam keterangan resminya.
BMKG menjelaskan, potensi cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer yang sedang aktif di wilayah Jawa Timur. Salah satunya adalah gangguan Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Kelvin yang melintasi wilayah ini.
“Potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak adanya gangguan atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO) secara spasial dan Gelombang Kelvin yang akan melintasi wilayah Jawa Timur,” tulis BMKG.
Selain itu, suhu muka laut yang masih cukup hangat di perairan selatan Jawa Timur turut meningkatkan suplai uap air ke atmosfer. Kondisi atmosfer yang labil juga mempercepat pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lebat.
BMKG mengingatkan, cuaca ekstrem yang terjadi selama masa peralihan musim ini dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi.
“Waspadai potensi cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Jawa Timur, yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi (hujan sedang – lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es) pada periode hingga 20 Maret 2026,” tulis BMKG.
Selain banjir dan longsor, dampak lain yang perlu diwaspadai antara lain jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang saat hujan deras terjadi.
BMKG Juanda mencatat potensi cuaca ekstrem dapat terjadi di puluhan daerah di Jawa Timur. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain:
• Kabupaten Bangkalan
• Kabupaten Banyuwangi
• Kabupaten Blitar
• Kota Blitar
• Kabupaten Bondowoso
• Kabupaten Gresik
• Kabupaten Kediri
• Kota Kediri
• Kota Malang
• Kabupaten Lumajang
• Kabupaten Madiun
• Kabupaten Magetan
• Kabupaten Malang
• Kabupaten Mojokerto
• Kabupaten Nganjuk
• Kabupaten Ngawi
• Kabupaten Pacitan
• Kabupaten Ponorogo
• Kabupaten Probolinggo
• Kabupaten Sampang
• Kabupaten Sidoarjo
• Kabupaten Situbondo
• Kabupaten Sumenep
• Kabupaten Trenggalek
• Kabupaten Tulungagung
• Kabupaten Jember
• Kabupaten Pasuruan
• Kabupaten Bojonegoro
• Kabupaten Jombang
• Kota Batu
• Kota Mojokerto
• Kota Pasuruan
• Kota Probolinggo
• Kota Surabaya
• Kabupaten Lamongan
• Kabupaten Pamekasan
• Kabupaten Tuban
Baca Juga : Ramalan Zodiak 20 Maret 2026: Aries Penuh Keberanian, Taurus Diminta Fokus Prioritas
Dengan cakupan wilayah yang cukup luas tersebut, masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca di daerah masing-masing.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba selama masa pancaroba.
“BMKG Juanda menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama 10 hari ke depan,” tulis BMKG.
Khusus bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan topografi curam, pegunungan, atau dekat tebing, kewaspadaan perlu lebih ditingkatkan karena daerah tersebut lebih rentan terhadap bencana seperti banjir bandang dan tanah longsor.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk memantau informasi cuaca terkini melalui citra radar cuaca WOFI di situs resmi BMKG Juanda serta peringatan dini cuaca yang rutin dibagikan.
