Pemkot Batu Bentuk Pansel Sekda, Seleksi Terbuka Dimulai Awal Ramadan
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
A Yahya
17 - Feb - 2026, 10:29
JATIMTIMES – Proses seleksi terbuka (selter) untuk mengisi kursi Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Batu segera dimulai. Pemerintah Kota Batu mengonfirmasi bahwa pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) telah rampung sepenuhnya.
Kini, pengumuman pendaftaran kandidat hanya tinggal menunggu waktu. Struktur pansel tersebut sengaja dirancang dengan melibatkan berbagai unsur profesional guna menjamin objektivitas hasil akhir.
Baca Juga : 70 Personel Polisi Disiagakan Jaga Liburan Panjang, Simpang MCC dan Kayutangan Jadi Fokus Pengamanan
Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, akademisi ternama dari Malang Raya, hingga pakar kebijakan publik masuk dalam jajaran tim penguji. Langkah ini diambil untuk memastikan kandidat yang terjaring memiliki kompetensi yang mumpuni.
Wali Kota Batu, Nurochman, memberikan sinyal bahwa tahapan seleksi akan segera digulirkan dalam waktu dekat. Ia menyebut momentum Ramadan menjadi waktu yang dipilih untuk memulai tahapan awal. "Pansel sudah terbentuk, jadi tinggal running. InsyaAllah usai pekan pertama puasa," ujar Nurochman saat ditemui di Balai Kota Among Tani, belum lama ini.
Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur itu menyampaikan, penentuan waktu ini dinilai strategis agar proses administrasi tetap berjalan beriringan dengan aktivitas pemerintahan selama bulan suci. Pemkot menargetkan seluruh rangkaian seleksi hingga pelantikan rampung dalam tiga bulan. "Kalau nanti terpotong Lebaran, kami sesuaikan. Tapi jika memungkinkan selesai sebelum itu, tentu lebih baik," tambah Cak Nur.
Meski ada potensi terpotong libur panjang, ia telah menginstruksikan tim teknis untuk menyusun linimasa secara detail. Hal ini mencakup pendaftaran, uji kompetensi, hingga penelusuran rekam jejak yang transparan.
Baca Juga : Mitra Strategis, Yonif 509/BY Jember Gelar Coffee Morning Bareng Jurnalis
Cak Nur menegaskan bahwa meskipun proses seleksi dipacu lebih cepat, kualitas dan akuntabilitas tidak boleh dikesampingkan. Ia ingin proses akselerasi ini tetap menghasilkan sosok birokrat yang tangguh. "Kami ingin prosesnya efektif tanpa mengurangi kualitas. Seleksi harus berlangsung akseleratif tapi tetap akuntabel," tegasnya.
