Ternyata Batik Lurik Hak Ciptanya Dipegang Yasendam, Pemkab Tulungagung Didesak Turun Tangan
Reporter
Anang Basso
Editor
Nurlayla Ratri
25 - Oct - 2024, 06:17
JATIMTIMES - Polemik Batik Tulungagung atau Batik Lurik Bhumi Ngrowo yang saat ini sedang terjadi, justru semakin rumit. Pasalnya, somasi yang dilayangkan justru memantik pemegang hak cipta lain yakni Yayasan Sentono Dalem (Yasendam) Majan, angkat bicara.
Dari keterangan Raden Ali Sodik, baju khas Kabupaten Tulunggung yang selama ini diributkan, itu sama seperti baju khas keseharian perdikan Majan yang setahun lalu sudah dipatenkan menjadi hak cipta Yasendam.
Baca Juga : Pj Wali Kota Malang Yakin Target Transaksi Elektronik Terpenuhi hingga Akhir Tahun 2024
Meski telah memegang hak cipta, Yasendam mengaku tidak mempermasalahkan Pemkab menggunakan pakaian khas keseharian Kasepuhan Perdikan Majan menjadi baju khas Kabupaten Tulunggung.
Hal ini, lanjut Raden Ali, mengingat berdirinya Kabupaten Tulunggung ada sejarah kuat dengan keluarga Sentono Dalem Majan, Kecamatan Kedungwaru.
"Gambarnya hampir sama, khususnya motif pada baju yang digunakan. Kalau di Kasepuhan Majan menamakan baju khas keseharianya adalah Batik Lurik Kali Song," kata Raden Ali, Jumat (25/10/2024).
Menurut Ali, kalau kemudian Pemkab Tulungagung menamakan Batik Lurik Bhumi Ngrowo, harusnya segera memanggil dan mengkaji ulang. Yakni siapa yang menciptakan atau yang mendesaian baju khas Kabupaten Tulunggung ini.
"Harus segera dituntaskan dan kenapa hampir sama dengan baju khas keseharian Kasepuhan Perdikan Majan," tuturnya.
Apalagi Desa Majan merupakan gudang batik yang banyak dipatenkan dan diduga banyak diklaim orang luar.
Baca Juga : Bakar Jerami,Kandang Sapi di Tulungagung Turut Terbakar
"Ini harus disudahi, Pemkab harus segera memetakan dan memfungsikan kelompok pembatik yang benar-benar pembatik dan jangan diambil para pemodal yang bisa merugikan para pembatik," ungkapnya.
Yasendam bersepakat, perhatian pada pembatik harus kembali difokuskan, baik itu proses pengadaan dan pembuatannya.
"Saya sepakat ini ada pemetaan yang akan dilibatkan dalam proses pengadaan pembatik agar kelompok pembatik bisa hidup. Kalau ke depan ternyata proses pembuatan batik tidak mampu menghidupkan kembali para pembatik, maka Yasendam akan memproses secara hukum. Karena kami berharap baju khas Tulunggung ini bisa menjadi ciri khas kearifan lokal," pungkasnya.
