Was-Was, Sungai Krecek Makin Dekati Jalan. Warga Kampung Nelayan Sine Takut Terisolir
Reporter
Anang Basso
Editor
Yunan Helmy
03 - Feb - 2018, 05:40
Jika musim hujan tiba, warga kampung nelayan pantai Sine Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir was-was. Pasalnya, aliran sungai Krecek terus menggerus lahan dan mendekati jalan utama ke pantai.
Aliran sungai Krecek dari Jengglungharjo Tanggunggunung megar ke sepanjang kawasan Perhutani dan perkebunan. Muaranya di pantai Sine.
Menurut Nyoto (45) warga Sine, dulunya sungai Krecek satelah jembatan berbelok kanan dan lurus hingga ke Tritis. Namun, karena terkadang airnya tidak banyak dan musim kemarau, jalan air yang lurus menjadi padat.
"Saat hujan, lambat laun air dari atas mencari jalan baru dan berbelok. Di tengah seperti ada pulau. Warga kemudian memanfaatkan dega ditanami sengon dan tanaman lain. Sedangkan sungai makin mengalir melengkung menuju jalan," paparnya
Akibat kelokan aliran itu, tanah yang menjadi tanggul penyelamat jalan makin hari makin terkikis dan kini tinggal sekitar 2-3 meter dari jalan. Bahkan, hanya setengah meter dari tiang listrik milik PLN.
"Jika ini dibiarkan, tiang listrik pasti roboh dan setelah itu jalan raya itu juga akan ambrol," kata dia.
Pihak desa menurut Nyoto telah mengajukan perbaikan. Bahkan menurutnya pernah dilakukan survey. "Tapi dari tahun 2016 saat pegauan hingga kini belum ada tanggapan," ujarnya.
Anto, warga lainnya berharap aliran sungai dikembalikan seperti dulu. Yakni aliran sungai bisa lurus kembali. "Tanahnya bisa dijadikan uruk untuk menahan bahu jalan," katanya.
Nyoto, Anton maupun waga lainnya takut jika jalan satu-satunya ke Kalidawir itu putus akibat longsor tergerus aliran sungai.
"Coba jika ini longsor, warga pasti akan terisolir. Mau lewat mana lagi?. Bisa putar ke Ngelo dan Tanggunggunung. Itu pun juga harus menyeberang sungai dan jaraknya leih panjang sekitar 5 kali lipat jauhnya," pungkasnya.
Sementara itu, Dinas terkait belum dapat di konfirmasi terkait keluhan warga Sine itu.
